Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Wabah, Ekonomi, dan Kelas

Beberapa dari kita mungkin masih ingat dengan jargon-jargon humor satir yang pernah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, seperti “kalau miskin jangan sakit”. Penyebaran COVID-19 yang telah menjadi pandemi seluruh dunia mungkin pada awalnya tidak dapat disangkutpautkan dengan kelas sosial–miskin atau kaya secara umum memiliki risiko yang sama untuk terpapar virus tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mulai terlihat permasalahan yang berhubungan dengan kelas sosial.

(more…)

Pasca COVID-19

Mungkin terlalu dini untuk meramalkan atau membayangkan hal-hal yang akan terjadi setelah berakhirnya penyebaran Coronavirus disease 2019 (COVID-19), sementara saat ini saja pertimbangan untuk karantina wilayah masih belum diputuskan dengan pasti dan setiap pagi kita terbangun untuk mendengar kabar peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan jumlah orang yang meninggal. Namun kita juga tidak bisa mengelak sejumlah perubahan yang telah terjadi saat ini, dan mungkin juga bertahan pasca semua kekacauan ini berakhir.

(more…)

Sikap Positif terhadap Tubuh Bukan Budaya Kita

Kiriman foto Tara Basro yang menunjukkan lipatan perut di akun Instagramnya pada 3 Maret 2020 rupanya mengundang respon yang–sepertinya–tidak pernah dibayangkan oleh dirinya sendiri atau para pengguna media sosial yang familiar dengan gerakan body positivity atau sikap positif terhadap tubuh. Kominfo mengeluarkan pernyataan bahwa kiriman tersebut merupakan konten pornografi, menunjukkan bagaimana gerakan tersebut “bukan budaya kita”.

(more…)

Meninabobokan Wabah

Sampai hari ini, pemerintah Indonesia masih terus melancarkan “propaganda ninabobo” terkait wabah virus Corona, di saat sejumlah negara lain telah melakukan tindakan-tindakan medis yang bertujuan untuk menangani pasien yang dicurigai dan positif terjangkit virus Corona, dan mencegah penyebarannya. Dan tentu saja propaganda semacam itu bukanlah hal pertama yang pernah dilakukan oleh pemerintah.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Harmoko

Semasa Suharto menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia, hampir tidak pernah ada hari tanpa kemunculan wajah Harmoko di layar televisi, terutama siaran TVRI. Ia pernah benar-benar mencapai kejayaan karier dengan menjadi Ketua Umum Golkar, Menteri Penerangan, Ketua DPR dan Ketua MPR. Di tengah puncak kariernya, nama Harmoko sempat menjadi guyonan masyarakat Indonesia yang menjadikannya sebagai akronim dari HARi-hari oMOng KOsong.

(more…)

Pertentangan Kelas adalah Pertentangan Waktu

“Jangan bangga dengan overwork“–kira-kira seperti itulah pesan yang beberapa bulan terakhir sering muncul dalam kiriman yang diedarkan oleh jaringan media sosial saya. Sebagai seorang pekerja, kiriman semacam itu sering kali membuat saya terhenyak lalu berpikir selama beberapa saat. Memikirkan tentang definisi overwork, kewajiban dan hak pekerja, dan menimbang-nimbang hal-hal yang telah terjadi pada diri saya sendiri.

(more…)

(Mungkin) Kita Semua adalah Penganut Kultus

Kemunculan berita tentang Keraton Agung Sejagat, yang kemudian disusul dengan pemberitaan tentang Sunda Empire kembali menarik perhatian publik Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, nama Lia Eden menjadi bahan pembicaraan utama di kalangan masyarakat dengan kelompok Salamullah yang dilarang oleh MUI pada 1997 dan kemudian berganti nama menjadi Kaum Eden pada 2003, sampai pada penangkapannya pada 2005. Yang menarik kemudian, label “agama sesat”, “kelompok sesat”, atau “kelompok kultus” disematkan dan disebarkan seakan telah ada suatu konsensus yang disetujui oleh masyarakat.

(more…)

Bencana ‘Alam’ Sudah Punah

Masih relevankah menyalahkan hujan untuk peristiwa banjir dan tanah longsor, menuding lempeng tektonik sebagai penyebab gempa bumi? Sampai kapan menggerutu tentang perubahan iklim? Apakah masih ada di dunia ini yang dinamakan bencana ‘alam’? Sejumlah pertanyaan itu mengganggu benak saya selama beberapa hari terakhir, tepatnya setelah banjir melanda kawasan Jabodetabek, dan beranda media sosial dipenuhi dengan segala macam pemberitaan dan opini.

(more…)
Follow Us