Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Kesehatan Publik dalam Sistem Kapitalistik

Tanggal 5 Mei lalu, beberapa orang mengingat dan merayakan ulang tahun Karl Marx ke-203. Pengakuan atas perannya sebagai salah satu dari empat pemikir terbesar di dunia cukup sulit dibantah jika mengingat masih cukup banyak pembacaan atas fenomena-fenomena kontemporer dengan kerangka teori atau pemikiran Marx. Salah satunya pembacaan atas pandemi dan isu-isu kesehatan dengan kacamata Marxisme.

(more…)

Alienasi Berganda: Kemelut Pandemi dan Gig Economy

Satu tahun menjalani hidup dalam situasi pandemi, tentu kita semua telah menyadari dan mengetahui bahwa fenomena global ini bukan hanya perkara kesehatan publik, tetapi juga disrupsi sosial-ekonomi yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Alienasi sosial berganda menjadi ancaman yang mengintai atau bahkan telah dialami beberapa orang yang berjuang bertahan hidup di tengah ketidakajegan kondisi ekonomi dan kesehatan global.

(more…)

Pewarisan Ingatan dan Perjuangan Rehumanisasi

Sejak pertama kali dicetuskan pada 1 Juni 1945 sampai hari ini, Pancasila terus digaungkan sebagai falsafah negara yang menjadi dasar perancangan perundang-undangan dan pengendali kehidupan sosial. Sila kedua dari Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab, menyiratkan harapan akan sebuah lingkup masyarakat yang menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan tatanan sosial. Namun dalam perjalanan negara dan bangsa ini, Pancasila telah dijadikan tunggangan atau tameng politik untuk menutupi kebobrokan dan keserakahan pemerintah, khususnya berkaitan dengan upaya pemertahanan kekuasaan. 

(more…)

Kekuasaan dalam Pembahasaan Perempuan

Selama menjadi siswa jurusan Bahasa di SMA, lalu meneruskan studi di perguruan tinggi mengambil jurusan Bahasa dan Sastra, saya mendapati satu paradigma teori mendasar yang dangkal terkait eksistensi dan fungsi bahasa. Yakni bahasa adalah perantara komunikasi atau produk kebudayaan yang luhur. Pendidikan bahasa dengan paradigma tersebut membentuk pemikiran bahwa bahasa tidak memiliki implikasi yang amat berpengaruh dalam kehidupan manusia sebagai anggota dari suatu kelompok masyarakat.

(more…)

Nahas karena Beras

“Tidak, soal makanan rakyat ini tidak dapat dipecahkan dengan cynisme, dengan sekadar menuduh, dengan sekadar mencemooh. Sebab kesulitan soal ini terletak obyektif kepada ketidak-seimbangan antara produksi dan konsumsi, antara persediaan yang ada dan jumlah mulut yang memakannya, dan tidak subyektif karena durhakanya sesuatu orang. Tiap tahun, zonder kecuali, zonder pause, zonder ampun, soal beras ini akan datang – dan akan datang crescendo – makin lama makin hebat – makin lama makin sengit – makin lama makin ngeri – selama tambahnya penduduk yang cepat itu tidak kita imbangi dengan tambahnya persediaan bahan makanan yang cepat pula!”

(more…)

Berkilah Limbah

Aturan turunan dari Undang-Undang No. 11/2020–atau yang lebih dikenal dengan UU Cipta Kerja–yakni PP No. 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang ditetapkan dan diundangkan pada 2 Februari lalu menuai kecaman dari sejumlah pihak, khususnya kelompok aktivis lingkungan hidup. Kecaman tersebut terbit akibat adanya pengubahan pada status sejumlah limbah dari yang sebelumnya tergolong sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebagaimana diatur dalam PP No. 10/2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun.

(more…)

Perempuan di Kumparan Pendidikan–Agama–Politik

Penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri antara Mendikbud, Mendagri dan Menag yang mengatur penggunaan seragam dan atribut di lingkungan pendidikan oleh peserta didik, guru dan tenaga pendidik –seperti yang telah diduga– memicu polemik di masyarakat. Pembahasan tentang pemakaian jilbab oleh siswa perempuan di sekolah sebenarnya bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan Indonesia.

(more…)

Vaksin: Kisah-Kisah Lama yang Tak Tuntas

Program vaksinasi massal untuk pandemi Covid-19 telah dimulai di sejumlah negara sejak awal tahun 2021, termasuk Indonesia. Angka-angka target telah tersebar di pemberitaan dan menumbuhkan harapan, juga kekhawatiran dan penolakan. Namun keriuhan terkait vaksin Covid sebenarnya bukanlah kasus baru di Indonesia, bahkan di sejumlah negara lain. Vaksin sebagai salah salah satu temuan di bidang kesehatan yang membawa perubahan besar bagi dunia, dalam perjalanannya telah menghadapi penerimaan, keengganan, sampai penolakan.

(more…)

Pemakzulan: Makar atau Demokrasi?

Pasca kerusuhan yang terjadi di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC. pada 6 Januari lalu, Presiden Donald Trump harus menghadapi sidang pemakzulannya yang kedua pada 9 Februari 2021 setelah pemakzulan pertama yang dilayangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 18 Desember 2019. Donald Trump menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika yang dimakzulkan sebanyak dua kali.

(more…)

Pramoedya Ananta Toer: Yang Terkenal dan Terkenang

Pada penghujung tahun lalu, saya sempat mendapatkan kesempatan mahal untuk memandu salah satu program Festival Sastra Lontar yang diadakan Yayasan Lontar, yakni pemutaran film dokumenter Mendengar Si Bisu Bernyanyi yang disutradarai Srikaton dan diskusi dengan John H. McGlynn, penerjemah karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Bagi John, acara tersebut memang bukan pertama kalinya ia hadir di hadapan publik untuk menceritakan pengalamannya menjadi penerjemah Pram. Namun menurut saya, pada momentum itulah John mengingat kembali sosok penulis itu sebagai seseorang yang ia kenal dan kenang.

(more…)
Follow Us