Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Ambivalensi Media Sosial bagi Perempuan dan Gender Non-Biner

Internet dan media sosial telah memberikan kesempatan dan ruang yang lebih luas bagi perempuan dan gender non-biner untuk hadir dan bersuara, baik secara individu maupun dalam kelompok. Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan yang dibentuk dengan tujuan mendobrak dan menentang nilai-nilai patriarki dan norma-norma seksisme, serta mendorong solidaritas pun tumbuh dari ruang media sosial. Namun apakah sosial media benar-benar telah menjadi rumah bagi perempuan dan gender non-biner?

(more…)

Pandemi dan Komunikasi Sains

Beberapa pekan terakhir, saya mulai mendengar celetukan seperti “sepertinya orang-orang sudah lupa dengan COVID” dari orang-orang di sekitar saya. Celetukan itu muncul dari pengamatan bebas atas pergerakan aktivitas yang telah kembali seperti sebelum diterapkannya aturan-aturan yang bertujuan menekan tingkat penyebaran virus corona: gerbong KRL yang telah kembali penuh sesak di jam pulang kerja, kemacetan kendaraan di jalanan, dan dicabutnya sistem kerja dari rumah. Pada saat yang sama, pemberitaan tentang penemuan vaksin dan obat semakin gencar. Lalu apa yang menjadikan masyarakat seakan-akan dengan mudah “terlupa” dengan pandemi?

(more…)

Merdeka Belajar itu Bernama Netflix

Sejak seminggu terakhir, tanggapan dan kritik sudah bermunculan di kanal-kanal pemberitaan terkait keputusan Nadiem Makarim untuk bekerja sama dengan Netflix untuk menyediakan tayangan gratis yang ditujukan bagi peserta didik yang diharuskan belajar dari rumah karena pandemi COVID-19. Namun kritik tersebut kebanyakan berkisar tentang keberatan atas putusan Nadiem yang seakan tidak menganggap keberadaan dan kemampuan pelaku dunia industri film di Indonesia. Lalu bagaimana dalam kaitannya dengan pendidikan itu sendiri?

(more…)

Ancaman Pasca Pandemi bagi Pekerja Kerah Putih di Bidang Kebudayaan

Sejak awal abad ke-20, pembagian kelas pekerja secara umum didasarkan pada jenis pekerjaan, dan terkadang gender, dengan menggunakan warna pakaian yang sering dipakai oleh jenis pekerjaan tertentu sebagai penanda. Sampai hari ini, pembagian kelas pekerja yang masih cukup umum digunakan antara lain kerah putih, kerah biru, kerah merah muda, kerah emas, dan kerah hitam. Khusus untuk pembahasan kali ini, saya akan fokus pada pekerja kerah putih.

(more…)

Privilese “New Normal”

Sebagian dari kita, terutama yang tinggal di daerah Jabodetabek, telah menjalani karantina rumah selama paling tidak tiga bulan lamanya. Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang diperpanjang sampai 4 Juni 2020 digadang-gadangkan akan menjadi babak terakhir dari “Kerja dari Rumah”. Pembicaraan tentang “new normal” atau kehidupan normal yang baru pun mengudara. Mengapa istilah “new normal” bisa muncul, dan apa saja hal yang diimplikasikan dari istilah itu?

(more…)

Skenario Ekonomi di Masa Pandemi

Penerapan pembatasan sosial untuk menekan tingkat penularan COVID-19 telah menyebabkan permasalahan ekonomi bagi sebagian besar negara di dunia, bahkan termasuk raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat. Sistem ekonomi yang berlaku di sebuah negara tidak dapat dipisahkan dari sistem politik dan dapat dipastikan selalu memengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya.

(more…)

“Kerja, Kerja, Kerja” dan Kartu Prakerja

Pandemi COVID-19 telah terbukti tidak hanya menjadi isu kesehatan masyarakat, namun juga memunculkan permasalahan ekonomi. Permasalahan ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, bahkan juga negara-negara lain yang termasuk dalam kategori negara maju. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah di masing-masing negara untuk memperlambat kemerosotan ekonomi, salah satunya dengan menerbitkan Kartu Prakerja oleh pemerintah Indonesia.

(more…)

Represi Berganda di Tengah Wabah

Wabah memang menakutkan. Ia tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga dapat memberikan tekanan psikologis bagi beberapa orang. Di saat yang sama, wabah juga telah terbukti memberikan ancaman besar terhadap keberlangsungan ekonomi dalam tingkat makro maupun mikro. Keadaan tersebut selanjutnya diperparah dengan represi pemerintah yang ternyata punya ketakutan sendiri terhadap masyarakatnya.

(more…)

Wabah, Ekonomi, dan Kelas

Beberapa dari kita mungkin masih ingat dengan jargon-jargon humor satir yang pernah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, seperti “kalau miskin jangan sakit”. Penyebaran COVID-19 yang telah menjadi pandemi seluruh dunia mungkin pada awalnya tidak dapat disangkutpautkan dengan kelas sosial–miskin atau kaya secara umum memiliki risiko yang sama untuk terpapar virus tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mulai terlihat permasalahan yang berhubungan dengan kelas sosial.

(more…)

Pasca COVID-19

Mungkin terlalu dini untuk meramalkan atau membayangkan hal-hal yang akan terjadi setelah berakhirnya penyebaran Coronavirus disease 2019 (COVID-19), sementara saat ini saja pertimbangan untuk karantina wilayah masih belum diputuskan dengan pasti dan setiap pagi kita terbangun untuk mendengar kabar peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan jumlah orang yang meninggal. Namun kita juga tidak bisa mengelak sejumlah perubahan yang telah terjadi saat ini, dan mungkin juga bertahan pasca semua kekacauan ini berakhir.

(more…)
Follow Us