Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Vaksin: Kisah-Kisah Lama yang Tak Tuntas

Program vaksinasi massal untuk pandemi Covid-19 telah dimulai di sejumlah negara sejak awal tahun 2021, termasuk Indonesia. Angka-angka target telah tersebar di pemberitaan dan menumbuhkan harapan, juga kekhawatiran dan penolakan. Namun keriuhan terkait vaksin Covid sebenarnya bukanlah kasus baru di Indonesia, bahkan di sejumlah negara lain. Vaksin sebagai salah salah satu temuan di bidang kesehatan yang membawa perubahan besar bagi dunia, dalam perjalanannya telah menghadapi penerimaan, keengganan, sampai penolakan.

(more…)

Pemakzulan: Makar atau Demokrasi?

Pasca kerusuhan yang terjadi di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC. pada 6 Januari lalu, Presiden Donald Trump harus menghadapi sidang pemakzulannya yang kedua pada 9 Februari 2021 setelah pemakzulan pertama yang dilayangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 18 Desember 2019. Donald Trump menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika yang dimakzulkan sebanyak dua kali.

(more…)

Pramoedya Ananta Toer: Yang Terkenal dan Terkenang

Pada penghujung tahun lalu, saya sempat mendapatkan kesempatan mahal untuk memandu salah satu program Festival Sastra Lontar yang diadakan Yayasan Lontar, yakni pemutaran film dokumenter Mendengar Si Bisu Bernyanyi yang disutradarai Srikaton dan diskusi dengan John H. McGlynn, penerjemah karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Bagi John, acara tersebut memang bukan pertama kalinya ia hadir di hadapan publik untuk menceritakan pengalamannya menjadi penerjemah Pram. Namun menurut saya, pada momentum itulah John mengingat kembali sosok penulis itu sebagai seseorang yang ia kenal dan kenang.

(more…)

Sejauh (Mana) Kita Melangkah(?)

Setelah sempat menjadi perbincangan hangat publik karena ditayangkan dan durasinya dipotong tanpa seizin dari pembuatnya oleh Kemdikbud, film dokumenter pendek Sejauh Kumelangkah merambah ruang-ruang digital sebagai media penyebarannya. Tulisan ini sebenarnya harus diakui lebih merupakan refleksi pribadi atas pengalaman mengikuti pemutaran film daring untuk pertama kalinya pada Rabu (27/01) lalu, alih-alih kajian film Sejauh Kumelangkah secara analitik sebagai teks. Ini adalah tentang keberadaan dan ketiadaan, keramaian dan kesunyian, kemampuan dan ketidakberdayaan, juga tabrakan-tabrakan lain yang saya rasakan dari sebuah karya film pendek.

(more…)

Indonesia, Bencana, dan Perjanjian Paris

Pergantian tahun dari 2020 ke 2021 diharapkan oleh penduduk dunia akan menjadi momentum perubahan kehidupan menjadi lebih baik setelah kemunculan dan tersebarnya virus corona yang membawa perubahan drastis pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun rupanya tidak semudah itu, khususnya bagi Indonesia yang telah dilanda bencana alam bertubi di sejumlah daerah pada awal tahun ini.

(more…)

Siapa yang Patut Dianggap Manusia?

Sejak mencuatnya pemberitaan terkait penembakan enam laskar Front Pembela Islam di jalan raya Tol Jakarta–Cikampek kilometer 50 pada Senin 7 Desember 2020, saya mendapati pertentangan pendapat di media sosial terkait perlukah kita bersimpatik kepada anggota FPI jika mengingat tindakan-tindakan mereka yang telah menyebabkan ketidaknyamanan publik dan mengganggu harmoni interaksi sosial masyarakat Indonesia yang pada sejatinya memang terdiri atas beragam latar belakang identitas etnis dan agama.

(more…)

Populisme Islam dan Politik Penzaliman

Belum tuntas penyidikan kasus yang menjerat Rizieq Shihab untuk pengumpulan massa di Petamburan di tengah masa pandemi dan penembakan enam anggota Front Pembela Islam, perhatian publik sekali lagi mengarah pada organisasi tersebut setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) pada 1 Januari 2021 tentang pembubaran Front Pembela Islam.

(more…)

Kultus: Arena Pertarungan Retorika vs Logika

Kembalinya Rizieq Shihab ke Indonesia, seperti yang telah diperkirakan oleh sejumlah pihak, akan menimbulkan intrik lain dalam sejarah sepak terjangnya sebagai pemimpin kelompok berbasis agama, Front Pembela Islam. Pemberitaan yang mengabarkan Rizieq memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam pelanggaran aturan terkait upaya menekan penyebaran virus COVID-19 pun ditanggapi beragam oleh publik masyarakat.

(more…)

Kontestasi Penerimaan dan Penolakan Politik Dinasti

Pemberitaan yang cukup mengguncang dunia perpolitikan Indonesia beberapa hari ini membahas kemenangan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, masing-masing anak kandung dan menantu presiden Joko Widodo, sebagai walikota Solo dan Medan. Masyarakat pun mengkritisi hal tersebut sebagai praktik kepemimpinan dinasti di tengah kehidupan politik demokrasi Indonesia.

(more…)

Mengekspor Benih Lobster, Merampok Negara

Kasus menteri yang tersandung praktik korupsi tentu saja bukan hal yang baru dalam konteks perpolitikan Indonesia. Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, pada 25 November 2020 lalu pun dapat dikatakan bukan hal yang mengejutkan jika mengingat latar historis tersebut. Tetapi kasus yang menjerat Edhy, yakni terkait izin ekspor benih lobster atau benur, agaknya menarik untuk dikaji lebih lanjut.

(more…)
Follow Us