Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Hak Asasi Membunuh

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada akhir bulan September dan awal bulan Oktober bergulir sejumlah diskusi terkait peristiwa Gerakan 30 September dan fenomena pelanggaran HAM massal yang mengikutinya. Di antara silang sengkarut argumen, asumsi, dan kritik, beberapa poin diskusi menunjukkan absurdnya wacana HAM di negeri ini. Salah satunya adalah kecenderungan untuk membuktikan siapa yang lebih banyak membunuh sehingga pantas mendapatkan konsekuensi. Menariknya, pembicaraan tersebut tidak hanya terjadi di tingkatan masyarakat, tetapi sampai di level tinggi seperti forum sidang umum PBB.

(more…)

Hukum Haram untuk HAM

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu utang terbesar negara Indonesia kepada masyarakatnya adalah penyelesaian isu-isu HAM di masa lalu. Utang tersebut makin bertumpuk dengan tambahan pelanggaran HAM yang terjadi pada periode waktu yang lebih anyar. Dalam hal ini, satu nama dari jajaran pemerintahan mengisi panggung utama, yakni Luhut Binsar Pandjaitan, yang baru-baru ini melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dengan tuduhan pencemaran nama baik.

(more…)

Indonesia dalam Hukuman dan Kurungan

Sejak pertama kali membaca Discipline and Punish – The Birth of the Prison, saya membayangkan betapa terheran-herannya seorang Michel Foucault jika ia masih hidup dan melihat sistem peradilan dan penindakan hukum yang berlaku di Indonesia di abad ke-21. Apalagi dengan kasus terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Tangerang yang mengingatkan kita kembali permasalahan yang pembahasannya timbul tenggelam walaupun sebenarnya selalu ada di dasar, yakni sistem hukuman di Indonesia.

(more…)

RUU PKS: Dibahas untuk Dipangkas

Setelah cukup lama terpinggirkan dari narasi utama, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kembali diperbincangkan. Tepatnya setelah Badan Legislasi (Baleg) DPR kembali mengadakan rapat pleno penyusunan RUU pada Senin (30/8) lalu. Tidak sedikit yang harap-harap cemas dengan hasil rapat tersebut, sampai akhirnya kecemasan beberapa pihak agaknya benar-benar terkonfirmasi.

(more…)

Budi Darma, Media Sosial, dan Fast Idolism

Setelah jarang menjadi buah bibir selama beberapa waktu lamanya, nama Budi Darma kembali ramai diperbincangkan. Mungkin lebih tepatnya: setelah jarang menjadi buah bibir selama beberapa waktu lamanya, dan selepas kematiannya, nama Budi Darma kembali ramai diperbincangkan. Hal seperti itu memang bukan hal yang baru dalam sastra dan seni, bahkan juga sains. Beberapa orang bahkan benar-benar baru dikenal setelah kematiannya, sebut saja Vincent Van Gogh, Emily Dickinson, dan Gregor Johann Mendel yang sekarang baru diakui penemuannya sebagai muasal dari teori genetika modern.

(more…)

Kecerdasan Demokrasi: 404 Not Found

Presiden Jokowi agaknya benar-benar merebut panggung pembicaraan masyarakat Indonesia pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Pembicaraan yang berkembang paling tidak meliputi dua hal: pakaian adat yang digunakan Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dan mural 404: Not Found di Batuceper, Tangerang. Dan tulisan saya kali ini akan lebih membahas (baca: mengomel) tentang ihwal yang kedua.

(more…)

Seratus Tahun Impotensi

Saya tidak bisa mengingat dengan persis kapan terakhir kali saya membaca Jalan Tak Ada Ujung sebelum bersentuhan lagi dengannya pada awal bulan Agustus ini. Sepertinya saat masih menjadi siswa SMA jurusan Bahasa yang diwajibkan membaca karya-karya “klasik” sastra Indonesia. Dulu saya memaknai novel ini semata sebagai penggambaran ulang dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia satu tahun setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan. Namun, sekarang saya malah bertanya-tanya, bagaimana jika Guru Isa tidak lain adalah personifikasi Indonesia? 

(more…)

Partisipasi Berbuah Diskriminasi

Setelah mengalami penundaan selama satu tahun karena pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo 2020 seakan menjadi angin penyemangat bagi warga dunia. Paling tidak kecemasan dan ketakutan yang dirasakan masyarakat dalam taraf berbeda-beda tiap individunya bisa sedikit reda dengan berita-berita keberhasilan dan kemenangan. Namun, di antara gempita di tengah nestapa, ada juga hal lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut, yakni terkait partisipasi perempuan dalam turnamen olahraga dan isu gender yang meliputinya.

(more…)

Nyawa Manusia di Tangan Algoritma

Sejak pertama kali melanda dunia pada 2019, pandemi Covid-19 telah menunjukkan beragam wajahnya. Begitu banyak aspek yang berkaitan langsung atau paling tidak bersinggungan dengan fenomena global tersebut, melampaui esensi dasarnya sebagai suatu kasus krisis kesehatan. Keragaman tersebut pada beberapa titik berkenaan dengan semakin terkoneksinya negara dan manusia dalam konteks global yang didorong sejumlah faktor, termasuk salah satunya yang paling berpengaruh adalah perkembangan internet dan media sosial.

(more…)

Pandemi bukan Ring Tinju

Situasi yang dihadapi Indonesia akibat pandemi Covid-19 belum juga membaik, jika dapat dikatakan semakin menantang. Peningkatan kasus positif, aktif, bahkan jumlah pasien yang meninggal terus terjadi paling tidak sejak penghujung Juni lalu. Pemerintah pusat pun merespons situasi tersebut dengan instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, agaknya sulit untuk mengatakan kita telah berhasil “mengendalikan” penularan virus ataupun penanganannya. Yang kemudian menarik untuk dibaca lebih lanjut adalah bagaimana kita saling membaca satu sama lain, saling menuding satu sama lain. 

(more…)
Follow Us