Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Pertentangan Kelas adalah Pertentangan Waktu

“Jangan bangga dengan overwork“–kira-kira seperti itulah pesan yang beberapa bulan terakhir sering muncul dalam kiriman yang diedarkan oleh jaringan media sosial saya. Sebagai seorang pekerja, kiriman semacam itu sering kali membuat saya terhenyak lalu berpikir selama beberapa saat. Memikirkan tentang definisi overwork, kewajiban dan hak pekerja, dan menimbang-nimbang hal-hal yang telah terjadi pada diri saya sendiri.

(more…)

(Mungkin) Kita Semua adalah Penganut Kultus

Kemunculan berita tentang Keraton Agung Sejagat, yang kemudian disusul dengan pemberitaan tentang Sunda Empire kembali menarik perhatian publik Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, nama Lia Eden menjadi bahan pembicaraan utama di kalangan masyarakat dengan kelompok Salamullah yang dilarang oleh MUI pada 1997 dan kemudian berganti nama menjadi Kaum Eden pada 2003, sampai pada penangkapannya pada 2005. Yang menarik kemudian, label “agama sesat”, “kelompok sesat”, atau “kelompok kultus” disematkan dan disebarkan seakan telah ada suatu konsensus yang disetujui oleh masyarakat.

(more…)

Bencana ‘Alam’ Sudah Punah

Masih relevankah menyalahkan hujan untuk peristiwa banjir dan tanah longsor, menuding lempeng tektonik sebagai penyebab gempa bumi? Sampai kapan menggerutu tentang perubahan iklim? Apakah masih ada di dunia ini yang dinamakan bencana ‘alam’? Sejumlah pertanyaan itu mengganggu benak saya selama beberapa hari terakhir, tepatnya setelah banjir melanda kawasan Jabodetabek, dan beranda media sosial dipenuhi dengan segala macam pemberitaan dan opini.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Hilang

Sejumlah orang di kalangan masyarakat Indonesia menyimpan luka mendalam terkait sejumlah peristiwa yang pernah terjadi saat rezim Orde Baru berkuasa. Salah satunya adalah kawan saya di Malang yang sempat menceritakan kegundahan hati dan rasa penasaran dalam benaknya setelah mengetahui dari orang tuanya bahwa kakeknya tidak pernah kembali semenjak suatu malam di akhir tahun 1965. Kakek dari kawan saya tersebut tentu saja hanya salah satu dari sejumlah orang yang hilang (baca: dihilangkan) di tangan rezim Orde Baru.

(more…)

Pancasila, Masih Relevankah sebagai Tolok Ukur?

Suara-suara kekecewaan memenuhi ruang-ruang dunia maya, beberapa diikuti dengan tuntutan agar Menteri Agama Fachrul Razi dicopot dari jabatannya. Keputusannya untuk memperpanjang izin organisasi Front Pembela Islam (FPI) menuai kecaman publik. Fachrul Razi berpendapat FPI telah menyatakan kesediaannya untuk patuh pada Pancasila. Pancasila pun –sekali lagi– menjadi tolok ukur untuk menentukan nasib sebuah organisasi atau kelompok. Namun apakah Pancasila memang masih relevan untuk dijadikan sebagai tolok ukur?

(more…)

Prabowo, Kopassus dan Timor Timur: Sejarah Tersembunyi dari Perang Non Konvensional Modern Indonesia

Oleh: Ingo Wandelt
Alih Bahasa: Dhianita Kusuma Pertiwi dan Giovani Fabiano

Kekerasan milisi yang terjadi pada masa referendum kemerdekaan Timor Timur pada Agustus 1999 telah direncanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahkan semenjak April 1999, saat sekelompok preman pertama kali muncul di media internasional. Upaya untuk mencari jejak organisasi tersebut dimulai semenjak tahun 1998, sebelum gagasan referendum dikeluarkan oleh Presiden Jusuf Habibie pada Januari 1999. Bentuk milisi yang baru dirancang pada awal 1990-an dan memiliki keterkaitan dengan nama Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Jenderal Komando Pasukan Khusus, Kopassus, yang merupakan menantu dari diktator dan penguasa Orde Baru, Jenderal Suharto. Kapan tepatnya Prabowo memperkenalkan untuk pertama kali gagasannya tentang bentuk milisi baru ini di depan khalayak?

(more…)

Produksi Narasi Heroisme oleh Institusi Museum

Museum merupakan sebuah institusi yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan dan penyimpanan benda-benda artefak yang memiliki signifikansi sejarah atau kultural. Masing-masing museum akan memiliki sistem kuratorialnya sendiri yang disesuaikan dengan jenis museum dan wacana yang diangkatnya. Museum memainkan peran penting dalam distribusi pengetahuan dan penciptaan wacana di masyarakat, termasuk pembentukan narasi heroisme.

(more…)

Kritik atau Pencemaran Nama Baik?

Sebagai warga negara Indonesia, pencemaran nama baik tokoh publik figur merupakan salah satu kasus yang paling sering kita dengar. Bahkan di era demokrasi seperti saat ini, UU ITE diterapkan pada tahun 2008 dan telah menjerat beberapa orang dalam sepuluh tahun terakhir. Yang terbaru adalah tuduhan pencemaran nama baik untuk ilustrasi gambar Jokowi utuk sampul Majalah Tempo dan meme Anies Baswedan. Pendapat publik terkait kasus tersebut secara umum terbagi menjadi dua, yakni menganggap publikasi semacam itu sebagai bentuk kritik, dan sebagai pencemaran nama baik.

(more…)

Ring Tinju Pergerakan Antar Generasi

Perjuangan masyarakat sipil melawan kesewenang-wenangan pemerintah, aparat keamanan, atau pemegang modal telah menjadi salah satu bagian cerita dari linimasa sejarah sosial Indonesia. Termasuk yang baru saja menjadi fenomena cukup menggemparkan, demonstrasi besar oleh mahasiswa, pelajar, dan buruh yang melibatkan perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat kepolisian. Namun di balik serangan gas air mata dan jatuhnya korban jiwa, ada pertarungan lain yang melibatkan sesama masyarakat sipil.

(more…)
Follow Us