Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Membawa Kota ke Atas Panggung

Kota menjadi tema yang diangkat dalam dua pertunjukan teater dalam perhelatan Djakarta Teater Platform bertajuk “Kekuasaan dan Ketakutan”. Setengah Komplek-X oleh Teater Alamat dan Suara-Suara Gelap: Dari Ruang Dapur oleh Teater Kala adalah dua pertunjukan yang mengangkat isu perkotaan dengan strategi penceritaan yang berbeda. Dramaturgi yang tidak sama persis untuk mengangkat satu tema serupa menjadi kajian menarik untuk dibahas.

(more…)

Upaya Depolitisasi Perempuan di Era Demokrasi

Peran gender sampai hari ini masih menjadi perbincangan (baca: perdebatan) hangat di antara sejumlah kalangan di Indonesia. Terutamanya berkaitan dengan peran gender yang dikonstruksikan sebagai ideal bagi perempuan; mana yang lebih baik, beraktivitas di ruang domestik atau publik? Saat perempuan sejatinya memiliki hak untuk memilih, patriarki telah meracuni sejumlah aspek dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia dari masa ke masa.

(more…)

Kerja Sama Menghancurkan Sukarno

Kematian Sukarno pernah menjadi sebuah momen penting dalam narasi sejarah Indonesia, baik sejarah sosial maupun politik. Beberapa anggota keluarga saya termasuk di antara orang-orang yang berjejal di pinggir jalan yang dilewati oleh mobil pembawa jenazah Sukarno ke Blitar. Sukarno pernah menjadi sebuah diskursus yang diagungkan, dipertentangkan, dan coba dihancurkan. Upaya penghancuran tersebut melibatkan tidak hanya kelompok militer di Indonesia, namun juga sejumlah negara seperti Inggris dan Amerika Serikat.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Hantu Komunisme

Sebenarnya sebelum Orde Baru melancarkan propaganda tentang hantu komunisme, sesuatu yang diwariskan sampai hari ini, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan ideologis masyarakat Eropa di abad ke-19. Sebagaimana dituliskan oleh Marx dan Engels sebagai pembuka Manifesto Partai Komunis, “(a)da hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme.” Kemunculan kelompok-kelompok radikal dianggap oleh Marx dan Engels sebagai upaya untuk mengusir hantu tersebut.

(more…)

Kompleksitas Homofobia Terselubung

Pemukulan yang dialami pasangan lesbian Melanie Geymonat dan Chris di London oleh sekelompok pria yang memaksa mereka berciuman di tempat umum adalah bukti apa yang saya sebut dengan homofobia terselubung. Hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita, namun seringkali narasinya kalah dibandingkan tindakan kekerasan berbasis homofobia yang lebih nyata.

(more…)

Mengenang Ekaprasetia Pancakarsa

Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang selalu bertanya-tanya apa yang seharusnya dilakukan di Hari Pancasila. Apalagi semenjak ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai hari libur, benak saya semakin dipenuhi pertanyaan dengan apa hubungan peringatan tercetusnya Pancasila dengan libur sekolah dan bekerja? Pancasila memang akan terus menarik untuk dibahas, mengingat keberadaannya yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah politik dan negara Indonesia.

(more…)

Dinamika Ideologi dalam Kumpulan Cerpen Debur Zaman (2019)

Tiga periode yang menjadi latar waktu penciptaan karya dalam kumpulan cerpen Debur Zaman (2019) oleh Putu Oka Sukanta mengimplikasikan dinamika pada ideologi teks yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dinamika ideologi dalam tulisan ini diasumsikan dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekstrinsik seperti medan sastra, situasi politik, dan pengalaman pribadi penulis. Tulisan ini akan mengkaji dinamika ideologi dari tiga periode linimasa kepenulisan dengan urutan paling lama sampai terbaru–terbalik dari yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen tersebut– dengan membaca situasi sosial, politik, dan ekonomi pada masing-masing periode kepenulisan.

(more…)

(Toksisitas) Wacana Dominan Heteroseksualitas

Setelah ramai diperbincangkannya protes dan pelarangan penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku (2019, sut. Garin Nugroho), ruang ekspresi seksualitas di Indonesia kembali menjadi bahasan publik dengan diberhentikannya seorang anggota polisi berinisial TT di Jawa Tengah. TT diberitakan dipecat dari kesatuannya karena orientasi seksualnya.

(more…)

Benang Merah Mei 1993-Mei 1998-Mei 2019

Narasi besar yang paling sering dimunculkan tentang bulan Mei di Indonesia adalah Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei. Padahal sejarah Indonesia modern telah menyimpan dua peristiwa besar lain di bulan Mei. Namun kedua peristiwa itu memang hampir tidak pernah diangkat ke permukaan oleh pemerintah apalagi diperingati. Yakni kematian Marsinah pada Mei 1993 dan peristiwa Mei 1998.

(more…)

Mengenal Orde Baru: HAM

Sejumlah penelitian dan diskusi yang dilakukan oleh para akademisi dan aktivis di bidang kemanusiaan telah berusaha membuktikan kejahatan atas Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada periode tahun ’65–’66. Kejahatan atas kemanusiaan dalam skala masif tersebut menjadikan Orde Baru sebagai rezim yang telah secara terstruktur melakukan tindakan genosida. Tapi apakah memang pada saat itu hak asasi manusia tidak ada atau tidak berlaku sama sekali?

(more…)
Follow Us