Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

NFT: Demokrasi-Distopia Seni

Dengan judul yang saya pilih untuk artikel ini, mungkin para pembaca akan membayangkan cuplikan adegan dari film fiksi ilmiah/distopia yang menggambarkan kehancuran peradaban manusia karena robot-robot yang rakus telah menggantikan para teller di bank atau para pekerja lain di bidang keuangan. Sayangnya tulisan ini tidak seimajinatif itu. Sayangnya tulisan ini mungkin akan membuat para pembaca berpikir dua kali untuk menjual “karya seni” di belantara kripto seperti yang telah dilakukan Ghozali.

(more…)

Spirit Doll: Terjualnya Jiwa Manusia

Di tengah mulai maraknya pemberitaan tentang elektabilitas tokoh-tokoh politik untuk pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024, muncul kisah lain yang tidak kalah –atau bahkan lebih– menarik perhatian masyarakat umum, yakni spirit doll. Gambar-gambar di media sosial mempertunjukkan para publik figur, yang sebagian besar merupakan selebritis, memiliki spirit doll dengan bentuk dan rupanya masing-masing. Bahkan istilah yang digunakan dalam sejumlah pemberitaan untuk mendeskripsikan relasi manusia dengan boneka yang dimilikinya mengarah hubungan orang tua dengan anak. Hal ini telah membuat beberapa orang –yang berada di luar lingkaran selebritis kelas atas– bertanya, sebenarnya ini fenomena apa?

(more…)

Meretas (Omong Kosong) Elektabilitas

Pemilihan umum presiden berikutnya baru akan dilakukan pada 2024, tetapi beberapa pekan terakhir kita telah mendapati pemberitaan tentang hasil survei elektabilitas sejumlah tokoh yang diprediksikan akan maju bertarung memperebutkan kursi pemimpin paling tinggi. Nama-nama yang muncul sejauh ini dapat dikatakan bukanlah nama yang asing, meskipun beberapa baru berkiprah di ring politik tingkat daerah. Menyadari bahwa pemilu masih akan dilaksanakan kurang dari tiga tahun ke depan, dalam kepala saya muncul sejumlah pertanyaan terkait apa sebenarnya “elektabilitas” dan mengapa wacana tentang elektabilitas sudah dimunculkan oleh media di penghujung tahun ini.

(more…)

Cita-Cita Pembangunan, COP26, dan Cipta Kerja

Memasuki dua tahun kepemimpinan periode kedua Joko Widodo-Ma’ruf Amin, pemerintah berupaya terus meyakinkan (baca: membeli hati) masyarakat dengan daftar “capaian dua tahun”. Namun apa yang disebut sebagai capaian oleh pemerintah belum tentu dibaca dengan cara yang sama oleh masyarakat. Hal tersebut paling tidak terlihat dari dua momentum internasional nasional yang terjadi pada dua pekan terakhir, yakni pidato Joko Widodo di Konferensi Tingkat Tingi Perubahan Iklim PBB 2021 (United Nations Climate Change Conference) yang kedua puluh enam, atau COP26, dan penentuan status UU Cipta Kerja menjadi inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi.

(more…)

November: Hari Pahlawan, Hari Penjajahan

Setiap bulan November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November ditetapkan sebagai salah satu Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur oleh Presiden Sukarno melalui Kepres No. 316 Tahun 1959. Sampai hari ini, peringatan Hari Pahlawan selalu dibumbui dengan wacana-wacana heroik para pemuda republik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru berumur tiga bulan dari intrusi tentara penjajah Belanda. Namun tak pernah sekali pun agaknya kita diingatkan dengan pembunuhan massal di Santa Cruz, Timor Leste, yang terjadi dua hari setelah peringatan Hari Pahlawan yang ke-32.

(more…)

Batu yang Lalu

Saya merasa perlu menulis tentang banjir bandang di Batu karena alasan yang sederhana, yakni karena saya lahir dan menghabiskan 24 tahun dari hidup saya di Malang, ada cukup banyak anggota keluarga saya yang tinggal di Batu, dan beberapa hari terakhir orangtua saya mengabari kalau mereka (yang tinggal di dekat perbatasan Malang–Batu) tidak dapat beraktivitas seperti biasanya karena saluran air PDAM di rumah tidak mengalir. Sesederhana itu.

(more…)

Meta, Babak Lanjutan Kaburnya Nyata dan Tak Nyata

Penghujung Oktober 2021 menjadi penanda baru dalam perjalanan Facebook. Platform media sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat abad ke-21 ini baru saja mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi Meta Platforms Inc, disingkat dengan “Meta”. Perubahan nama itu dilakukan di tengah gonjang-ganjing yang dialami Facebook selama beberapa tahun terakhir, salah satunya yang terbaru adalah kemunculan Facebook Papers.

(more…)

Hak Asasi Membunuh

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada akhir bulan September dan awal bulan Oktober bergulir sejumlah diskusi terkait peristiwa Gerakan 30 September dan fenomena pelanggaran HAM massal yang mengikutinya. Di antara silang sengkarut argumen, asumsi, dan kritik, beberapa poin diskusi menunjukkan absurdnya wacana HAM di negeri ini. Salah satunya adalah kecenderungan untuk membuktikan siapa yang lebih banyak membunuh sehingga pantas mendapatkan konsekuensi. Menariknya, pembicaraan tersebut tidak hanya terjadi di tingkatan masyarakat, tetapi sampai di level tinggi seperti forum sidang umum PBB.

(more…)

Hukum Haram untuk HAM

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu utang terbesar negara Indonesia kepada masyarakatnya adalah penyelesaian isu-isu HAM di masa lalu. Utang tersebut makin bertumpuk dengan tambahan pelanggaran HAM yang terjadi pada periode waktu yang lebih anyar. Dalam hal ini, satu nama dari jajaran pemerintahan mengisi panggung utama, yakni Luhut Binsar Pandjaitan, yang baru-baru ini melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dengan tuduhan pencemaran nama baik.

(more…)

Indonesia dalam Hukuman dan Kurungan

Sejak pertama kali membaca Discipline and Punish – The Birth of the Prison, saya membayangkan betapa terheran-herannya seorang Michel Foucault jika ia masih hidup dan melihat sistem peradilan dan penindakan hukum yang berlaku di Indonesia di abad ke-21. Apalagi dengan kasus terbakarnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Tangerang yang mengingatkan kita kembali permasalahan yang pembahasannya timbul tenggelam walaupun sebenarnya selalu ada di dasar, yakni sistem hukuman di Indonesia.

(more…)
Follow Us