Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Kegarangan (Pemuda) Pancasila

Saya pertama kali mengetahui nama organisasi Pemuda Pancasila saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, tepatnya saat melihat beberapa orang berpakaian seragam doreng oranye berjalan di depan rumah kakek saya. Awalnya saya berpikir mereka anggota dari unit kelompok angkatan bersenjata, mengingat corak seragam yang mereka pakai. Setelah bertanya pada ibu saya, ternyata mereka adalah anggota kelompok Pemuda Pancasila dengan semua rekam jejak yang cenderung menyeramkan.

(more…)

Menyadari Pentingnya Kesadaran Kelas

Dalam melakukan pembacaan terhadap konsep-konsep Marx, salah satu hal yang sering muncul adalah penekanan terhadap kesadaran kelas, terutama bagi golongan pekerja. Kesadaran kelas merupakan kepercayaan yang dimiliki seseorang tentang kelas sosial atau tingkatan ekonominya di masyarakat, struktur kelas, dan kepentingan kelas mereka. Kesadaran ini merupakan hal yang penting karena menjadi cikal bakal perlawanan untuk membuat kelas proletar naik menjadi golongan yang memimpin.

(more…)

Alienasi Religi

Salah satu konsep yang paling dikenal dalam teori Marxisme dan sosialisme adalah alienasi, yakni sebuah kondisi yang dialami pekerja yang disebabkan oleh berkurangnya nilai dan identitas mereka sebagai manusia karena mereka hanya dinilai menurut dan produksi yang dihasilkan. Alienasi dalam konsep Marxisme juga terkait dengan perasaan dikendalikan atau dikontrol oleh pihak pemilik kekuasaan.

(more…)

Belajar dari Via Vallen

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengelu-elukan sosok Via Vallen secara berlebihan atau mengambil sudut pandang sebagai orang yang mengidolakannya. Yang akan menjadi fokus pembahasan dari tulisan ini adalah respon yang diberikan Via melalui akun media sosialnya setelah merasa dilecehkan oleh seorang pemain sepakbola. Berikut adalah kata-kata yang disampaikannya melalui akun Instagram @viavallen: ‘Nggak kenal dan nggak pernah ketemu tiba2 nge DM dan ngirim text gambar kayak gini. As a singer, I was being humiliated by a famous football player in my country RIGHT NOW. I’AM NOT A KIND THAT GIRL, DUDE!!!’ Adapun pesan yang dikirim oleh pemain sepak bola itu adalah ‘I want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes…’

(more…)

Dosa Iqbaal ‘Dilan’ dan Kelupaan Kita untuk Berkaca

Berita tentang pengumuman para aktor dan aktris yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam film adaptasi Bumi Manusia yang disutradari Hanung Bramantyo memenuhi beranda media sosial saya. Rata-rata dibumbui dengan kritik, celaan, dan ungkapan kekecewaan terkait pemilihan Iqbaal sebagai pemeran tokoh Minke. Sayangnya, seperti biasanya, yang diserang adalah pribadi Iqbaal yang menurut saya tidak berdasar.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani

Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Mengenal Orde Baru: G30S

Lebih dari lima dekade dari peristiwa berdarah 30 September 1965, sampai hari ini masih saja banyak kontroversi yang berkembang. Mulai dari siapa yang melakukannya, siapa yang menjadi korban, dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada beberapa tahun setelah hari itu. Kejadian sejarah ini tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena momen ini bisa dianggap seperti sebuah palang besar yang terbuka.

(more…)

Dosa Intelektual Organik

Salah satu hal yang sering menjadi bahan kritik bagi para mahasiswa pada akhir-akhir ini adalah semakin matinya semangat pergerakan mereka sebagai muda mudi Indonesia. ‘Keberhasilan’ gerakan kelompok mahasiswa untuk menjatuhkan Suharto dari singgasana penguasa yang telah merongrong selama lebih dari tiga dekade sering dijadikan narasi untuk merefleksikan betapa besarnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan masyarakat. Sayangnya kritik tersebut sering kali hanya bersifat satu sisi, menyalahkan para mahasiswa saat ini sebagai pemuda pemudi malas yang cenderung apatis.

(more…)

Komodifikasi Kartini

Keagungan industri telah menjadikan hampir segala hal di dunia ini sebagai komoditas, suatu praktik yang diistilahkan dengan komodifikasi. Mulai dari benda, ide, sampai tubuh secara sadar maupun tidak sadar telah hilang substansi awal yang biasanya bersifat praktikal atau berhubungan dengan nilai pakai, karena bergeser menjadi kegunaannya dalam ekonomi atau nilai tukar. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk menempatkan perempuan sebagai satu-satunya golongan yang terpengaruh (baca: terjerumus) dalam pusaran komodifikasi. Namun bahasan kali ini akan menyoroti hal-hal yang semakin hari semakin dianggap lumrah oleh kalangan perempuan, terutama dalam hal penampilan.

(more…)