Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Negara Kesatuan Preman

Pernyataan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono baru-baru ini terkait rencana memanfaatkan tenaga preman sebagai strategi pendisiplinan publik dalam upaya menekan penyebaran virus COVID-19 mengingatkan kita pada masa-masa yang sudah lampau. Penggerakan massa preman bukan hal yang baru dalam sejarah negara ini, bahkan menurut penelitian sejarah dapat ditelusuri jejaknya sampai masa periode Kerajaan Medang. Preman atau jagoan juga berperan cukup penting pada periode Revolusi, kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah Orde Baru sebagai salah satu strategi pemertahanan kekuasaan. 

(more…)

Ciracas dan Dendam Tak Tuntas

Proses hukum untuk kasus perusakan Kantor Polsek Ciracas yang terjadi pada Sabtu dini hari, 29 Agustus 2020, masih berlangsung. Beberapa orang yang terlibat dalam penyerangan dan pembakaran tersebut adalah anggota TNI. Konflik yang melibatkan anggota TNI dengan POLRI bukanlah hal yang baru terjadi, dan peristiwa Ciracas mengimplikasikan dendam yang tak kunjung tuntas antara dua institusi tersebut.

(more…)

Mbak Dian, Kamu Tidak Sendirian

Setelah menjadi perbincangan (baca: perdebatan) di antara para pengguna media sosial, wajah dari tokoh utama film Tilik, Bu Tedjo, semakin mudah ditemukan di jagat internet dalam bentuk meme dan stiker. Beberapa perbincangan kebanyakan menempatkan Bu Tedjo–yang di film tersebut menjadi penyulut pergunjingan–sebagai bahan pembicaraan, mulai dari cara berbicaranya, ekspresi dan mimik wajahnya, dan tentu dialog-dialog yang disampaikan. Namun tulisan ini saya tujukan untuk Mbak Dian, tokoh yang dibicarakan di sepanjang film tersebut.

(more…)

Pertentangan Tagar dan Dasar

Penangkapan Jerinx SID pada beberapa hari lalu seketika menjadi pembahasan hangat di masyarakat, terutama pengguna media sosial. Sebelum penangkapan tersebut, pernyataan-pernyataan Jerinx terkait pandemi COVID-19 cukup sering ditentang. Namun wacana lain berkembang beberapa hari setelah penangkapannya, yakni pembelaan atasnya dan kebebasan berpendapat.

(more…)

Ambivalensi Media Sosial bagi Perempuan dan Gender Non-Biner

Internet dan media sosial telah memberikan kesempatan dan ruang yang lebih luas bagi perempuan dan gender non-biner untuk hadir dan bersuara, baik secara individu maupun dalam kelompok. Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan yang dibentuk dengan tujuan mendobrak dan menentang nilai-nilai patriarki dan norma-norma seksisme, serta mendorong solidaritas pun tumbuh dari ruang media sosial. Namun apakah sosial media benar-benar telah menjadi rumah bagi perempuan dan gender non-biner?

(more…)

Pandemi dan Komunikasi Sains

Beberapa pekan terakhir, saya mulai mendengar celetukan seperti “sepertinya orang-orang sudah lupa dengan COVID” dari orang-orang di sekitar saya. Celetukan itu muncul dari pengamatan bebas atas pergerakan aktivitas yang telah kembali seperti sebelum diterapkannya aturan-aturan yang bertujuan menekan tingkat penyebaran virus corona: gerbong KRL yang telah kembali penuh sesak di jam pulang kerja, kemacetan kendaraan di jalanan, dan dicabutnya sistem kerja dari rumah. Pada saat yang sama, pemberitaan tentang penemuan vaksin dan obat semakin gencar. Lalu apa yang menjadikan masyarakat seakan-akan dengan mudah “terlupa” dengan pandemi?

(more…)

Merdeka Belajar itu Bernama Netflix

Sejak seminggu terakhir, tanggapan dan kritik sudah bermunculan di kanal-kanal pemberitaan terkait keputusan Nadiem Makarim untuk bekerja sama dengan Netflix untuk menyediakan tayangan gratis yang ditujukan bagi peserta didik yang diharuskan belajar dari rumah karena pandemi COVID-19. Namun kritik tersebut kebanyakan berkisar tentang keberatan atas putusan Nadiem yang seakan tidak menganggap keberadaan dan kemampuan pelaku dunia industri film di Indonesia. Lalu bagaimana dalam kaitannya dengan pendidikan itu sendiri?

(more…)

Ancaman Pasca Pandemi bagi Pekerja Kerah Putih di Bidang Kebudayaan

Sejak awal abad ke-20, pembagian kelas pekerja secara umum didasarkan pada jenis pekerjaan, dan terkadang gender, dengan menggunakan warna pakaian yang sering dipakai oleh jenis pekerjaan tertentu sebagai penanda. Sampai hari ini, pembagian kelas pekerja yang masih cukup umum digunakan antara lain kerah putih, kerah biru, kerah merah muda, kerah emas, dan kerah hitam. Khusus untuk pembahasan kali ini, saya akan fokus pada pekerja kerah putih.

(more…)

Privilese “New Normal”

Sebagian dari kita, terutama yang tinggal di daerah Jabodetabek, telah menjalani karantina rumah selama paling tidak tiga bulan lamanya. Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang diperpanjang sampai 4 Juni 2020 digadang-gadangkan akan menjadi babak terakhir dari “Kerja dari Rumah”. Pembicaraan tentang “new normal” atau kehidupan normal yang baru pun mengudara. Mengapa istilah “new normal” bisa muncul, dan apa saja hal yang diimplikasikan dari istilah itu?

(more…)

Skenario Ekonomi di Masa Pandemi

Penerapan pembatasan sosial untuk menekan tingkat penularan COVID-19 telah menyebabkan permasalahan ekonomi bagi sebagian besar negara di dunia, bahkan termasuk raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat. Sistem ekonomi yang berlaku di sebuah negara tidak dapat dipisahkan dari sistem politik dan dapat dipastikan selalu memengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya.

(more…)
Follow Us