Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Tragedi 65-66 = McCarthyism a la Orde Baru

Pasca malam 30 September 1965, kekacauan politik dan sosial terjadi di Indonesia hampir secara merata. Kekacauan politik ditandai dengan kudeta ‘halus’ untuk menurunkan Sukarno dari tampuk kekuasaan untuk diduduki oleh Suharto. Dan kekacauan sosial di lapisan masyarakat terlihat dari maraknya isu komunisme yang seakan mengizinkan satu sama lain untuk saling melaporkan, menangkap, bahkan membunuh. Dengan dibukanya akses terhada dokumen-dokumen rahasia negara, para peneliti mulai berani menyatakan adanya keterlibatan negara lain dalam periode kekacauan tersebut, terutama Amerika Serikat.

(more…)

Posisi Karya Sastra di Tengah Perpolitikan Indonesia

Memang perlu diakui keputusan saya untuk menyampaikan tulisan ini masih berhubungan dengan permasalahan yang muncul terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Saya tidak akan membahas apakah puisi tersebut bisa dikatakan menghina atau memojokkan salah satu pihak. Juga tidak akan mengatakan perlu atau tidak sebenarnya Sukmawati meminta maaf kepada publik. Tulisan ini juga berkaitan dengan hebohnya berita Indonesia akan bubar pada 2030 seperti pernyataan Prabowo yang ternyata dikutip dari novel Ghost Fleet.

(more…)

Sekelebat tentang Reformasi Agraria di Indonesia

Reformasi agraria merupakan salah satu agenda yang hampir tidak pernah berhenti diperjuangkan oleh kelas tertentu di Indonesia. Sejak Indonesia masih bersahabat karib dengan sosialisme pada tahun 1950-an, sempat ditenggelamkan selama rezim Orde Baru, namun kini menjadi salah satu perhatian penting terutama bagi kelompok-kelompok pergerakan rakyat. Yang perlu dipahami adalah bahwa reformasi agrarian tidak semata memperjuangkan hak kepemilikan tanah namun juga terkait dengan proses penggunaan, produksi dan konsumsi dari lahan tersebut.

(more…)

Kerentanan Ruang Personal dan Ruang Publik Perempuan

Berbicara tentang keleluasaan perempuan untuk menjadi sekedar manusia dengan free will memang selalu penuh keganjalan. Naif jika mengatakan bahwa nasib perempuan (terutama di Indonesia) sekarang sudah lebih baik karena tulisan Kartini atau citraan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Karena pada kenyataannya, pembatasan-pembatasan yang hubungannya dengan relasi kuasa dan permainan ideologi masih berlangsung hingga sekarang. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas teori atau gerakan feminisme yang ada di Indonesia ataupun di belahan dunia lain, melainkan memaparkan realitas kerentanan perempuan pada taraf personal dan publik.

(more…)

Alienasi Religi dan Intoleransi

Gencarnya isu intoleransi beragama dan berkepercayaan akhir-akhir ini mungkin membuat kita bertanya-tanya apa yang salah dengan pendidikan atau masyarakat kita. Pendidikan berkaitan dengan pengajaran agama dan toleransi yang diberikan di sekolah atau orang tua, dan masyarakat berhubungan dengan relasi sosial yang terbangun di dalam lingkungan yang majemuk. Jari-jari menuding ke beberapa pihak seperti pemerintah dengan ketimpangan regulasinya, kementerian pendidikan dengan kurikulumnya, pemuka agama dengan ajarannya, atau orang tua dengan tuntutan akademis semata kepada anaknya.

(more…)

Euforia dan Utopia Pram

Saya tidak akan mengatakan bahwa saya mengenal pribadi seorang Pram, pernah menjabat tangannya, atau bertatap muka dengannya. Saya juga tidak akan mengatakan bahwa saya turut bersuka cita dengan ulang tahunnya yang jatuh pada hari ini dengan membagi kalimat-kalimat mutiara yang pernah ditulis dalam bukunya melalui akun media sosial. Karena menurut pendapat saya pribadi, kesemuanya itu tidak lain hanya sebuah euforia yang menjadi ritual seremonial di masyarakat teknologi saat ini. Dan semuanya tidak akan menjadikan utopia Pram tiba-tiba menjadi kenyataan yang gamblang di depan mata.

(more…)

Munir yang Menelanjangi Militer

Kita sebagai warga Indonesia boleh saja berbangga diri menjadi bagian dari sebuah negara yang mendasarkan prinsip kebangsaannya pada Pancasila, falsafah yang mengedepankan pencapaian persatuan bangsa, kemakmuran dan keadilan sosial yang dicita-citakan melalui cara-cara yang beradab dan tidak melanggar hak azasi manusia. Namun di sisi lain, kita perlu melihat ke belakang sejenak untuk berkaca pada sejarah modern Indonesia yang ternyata cukup jauh dari konsep Pancasila itu sendiri, dipenuhi oleh tindakan ofensif dan opresif aparat militer pada masyarakat sipil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Eksil

Pilihan apa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia yang dituduh termasuk dalam golongan kiri oleh rezim Orde Baru? Bisa dibilang cukup banyak, dan semuanya bukanlah pilihan yang menyenangkan. Antara dipenjara, dieksekusi, disiksa, atau dibuang. Rezim Orde Baru punya dua tempat pembuangan bagi para tapol di dalam negeri, yakni Pulau Buru untuk tahanan laki-laki dan Kamp Plantungan untuk tahanan perempuan. Naasnya kehidupan mereka selama menjadi tapol telah banyak dijadikan bahan tulisan setelah kekuasaan Orde Baru runtuh. Namun ada kisah pembuangan lain yang kurang tersentuh, yakni kehidupan para eksil.

(more…)

Berbohong adalah Cara Bertahan Hidup di Indonesia

Tiba-tiba gagasan menulis hal ini muncul dalam kepala saya setelah menonton ulang film Senyap yang disutradarai Joshua Oppenheimer. Saya tidak akan menjadikan tulisan ini sebagai resensi film tersebut, namun menempatkannya sebagai sebuah refleksi atas kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Tidak hanya terkait tentang pembunuhan massal yang terjadi pasca Tragedi 65, namun melingkupi aspek sosial kemasyarakatan di Indonesia secara umum.

(more…)

Follow Us