Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Kultus: Arena Pertarungan Retorika vs Logika

Kembalinya Rizieq Shihab ke Indonesia, seperti yang telah diperkirakan oleh sejumlah pihak, akan menimbulkan intrik lain dalam sejarah sepak terjangnya sebagai pemimpin kelompok berbasis agama, Front Pembela Islam. Pemberitaan yang mengabarkan Rizieq memutuskan untuk menyerahkan diri ke polisi setelah dinyatakan sebagai tersangka dalam pelanggaran aturan terkait upaya menekan penyebaran virus COVID-19 pun ditanggapi beragam oleh publik masyarakat.

(more…)

Mengekspor Benih Lobster, Merampok Negara

Kasus menteri yang tersandung praktik korupsi tentu saja bukan hal yang baru dalam konteks perpolitikan Indonesia. Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, pada 25 November 2020 lalu pun dapat dikatakan bukan hal yang mengejutkan jika mengingat latar historis tersebut. Tetapi kasus yang menjerat Edhy, yakni terkait izin ekspor benih lobster atau benur, agaknya menarik untuk dikaji lebih lanjut.

(more…)

Militer dan Homofobia

Berita tentang pencopotan anggota militer yang ditengarai disebabkan oleh orientasi seksual sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Bagaimana tidak, negara Indonesia dan masyarakat yang hidup di dalamnya secara umum terpaku dengan konstruksi heteronormativitas dan gender biner, cenderung menunjukkan gelagat penolakan terhadap penggambaran, representasi, apalagi ekspresi yang dianggap tidak sesuai dengan dua hal tersebut. Apalagi dalam lingkup institusi militer yang menuntut kepatuhan atas perintah dan moralitas.

(more…)

Kelindan Pelanggaran Hak Cipta dan Sensor

Dunia perfilman Indonesia untuk sekian kalinya menjadi pembahasan publik karena peristiwa yang kurang menyenangkan. Beberapa bulan lalu, media sosial diramaikan dengan keberatan publik dengan penayangan Kucumbu Tubuh Indahku karena memunculkan penceritaan tentang identitas seksual di luar nilai normatif. Serangan terhadap film memang bukan hal baru di Indonesia, bahkan memiliki sejarah yang cukup panjang. Dan kasus yang baru saja terjadi bahkan melibatkan institusi negara sebagai pelaku tindakan pelanggaran hak cipta dan pemotongan karya.

(more…)

Pertentangan Tagar dan Dasar

Penangkapan Jerinx SID pada beberapa hari lalu seketika menjadi pembahasan hangat di masyarakat, terutama pengguna media sosial. Sebelum penangkapan tersebut, pernyataan-pernyataan Jerinx terkait pandemi COVID-19 cukup sering ditentang. Namun wacana lain berkembang beberapa hari setelah penangkapannya, yakni pembelaan atasnya dan kebebasan berpendapat.

(more…)

Ambivalensi Media Sosial bagi Perempuan dan Gender Non-Biner

Internet dan media sosial telah memberikan kesempatan dan ruang yang lebih luas bagi perempuan dan gender non-biner untuk hadir dan bersuara, baik secara individu maupun dalam kelompok. Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan yang dibentuk dengan tujuan mendobrak dan menentang nilai-nilai patriarki dan norma-norma seksisme, serta mendorong solidaritas pun tumbuh dari ruang media sosial. Namun apakah sosial media benar-benar telah menjadi rumah bagi perempuan dan gender non-biner?

(more…)

Pasca COVID-19

Mungkin terlalu dini untuk meramalkan atau membayangkan hal-hal yang akan terjadi setelah berakhirnya penyebaran Coronavirus disease 2019 (COVID-19), sementara saat ini saja pertimbangan untuk karantina wilayah masih belum diputuskan dengan pasti dan setiap pagi kita terbangun untuk mendengar kabar peningkatan jumlah orang yang terjangkit dan jumlah orang yang meninggal. Namun kita juga tidak bisa mengelak sejumlah perubahan yang telah terjadi saat ini, dan mungkin juga bertahan pasca semua kekacauan ini berakhir.

(more…)

Meninabobokan Wabah

Sampai hari ini, pemerintah Indonesia masih terus melancarkan “propaganda ninabobo” terkait wabah virus Corona, di saat sejumlah negara lain telah melakukan tindakan-tindakan medis yang bertujuan untuk menangani pasien yang dicurigai dan positif terjangkit virus Corona, dan mencegah penyebarannya. Dan tentu saja propaganda semacam itu bukanlah hal pertama yang pernah dilakukan oleh pemerintah.

(more…)

Pemerintah Bukan Orang Tua, Masyarakat Bukan Anak

Kemunculan berita tentang RUU Ketahanan Keluarga yang diikuti dengan pendapat Dwi Purnowo, Staf Khusus Presiden, berlanjut dengan diskusi di laman media sosial, meja makan kantor, dan ruang obrolan daring. Sebagian besar pembicaraan mempermasalahkan intervensi pemerintah terhadap urusan domestik yang dianggap terlalu berlebihan.

(more…)

(Mungkin) Kita Semua adalah Penganut Kultus

Kemunculan berita tentang Keraton Agung Sejagat, yang kemudian disusul dengan pemberitaan tentang Sunda Empire kembali menarik perhatian publik Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, nama Lia Eden menjadi bahan pembicaraan utama di kalangan masyarakat dengan kelompok Salamullah yang dilarang oleh MUI pada 1997 dan kemudian berganti nama menjadi Kaum Eden pada 2003, sampai pada penangkapannya pada 2005. Yang menarik kemudian, label “agama sesat”, “kelompok sesat”, atau “kelompok kultus” disematkan dan disebarkan seakan telah ada suatu konsensus yang disetujui oleh masyarakat.

(more…)
Follow Us