Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Mengenal Orde Baru: Hantu Komunisme

Sebenarnya sebelum Orde Baru melancarkan propaganda tentang hantu komunisme, sesuatu yang diwariskan sampai hari ini, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan ideologis masyarakat Eropa di abad ke-19. Sebagaimana dituliskan oleh Marx dan Engels sebagai pembuka Manifesto Partai Komunis, “(a)da hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme.” Kemunculan kelompok-kelompok radikal dianggap oleh Marx dan Engels sebagai upaya untuk mengusir hantu tersebut.

(more…)

Mengenal Orde Baru: HAM

Sejumlah penelitian dan diskusi yang dilakukan oleh para akademisi dan aktivis di bidang kemanusiaan telah berusaha membuktikan kejahatan atas Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada periode tahun ’65–’66. Kejahatan atas kemanusiaan dalam skala masif tersebut menjadikan Orde Baru sebagai rezim yang telah secara terstruktur melakukan tindakan genosida. Tapi apakah memang pada saat itu hak asasi manusia tidak ada atau tidak berlaku sama sekali?

(more…)

Mengenal Orde Baru: Genosida

Selama dua dekade terakhir, tepatnya setelah kejatuhan rezim Orde Baru, sejumlah upaya telah dilakukan beberapa kelompok untuk mengkaji ulang peristiwa kekerasan massal yang terjadi di Indonesia pada periode tahun 1965–1966. Salah satunya adalah para peneliti, relawan, dan penyintas yang menginisiasi Peradilan Rakyat Internasional 1965 (International People’s Tribunal of 1965). Putusan final panel hakim menyatakan peristiwa berdarah yang terjadi beririsan dengan pergantian kekuasaan dari Sukarno ke Suharto tersebut sebagai genosida.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Golongan Putih

Sejak pertama kali muncul dan menjadi perbincangan hangat pada tahun 1970-an, kelompok yang menolak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum dan kemudian diberi nama golongan putih selalu berada di posisi tengah; tidak kalah juga tidak menang. Banyak yang mendukung, tidak kalah banyak pula yang tidak setuju, dan bahkan mengecam. Bahkan di negara-negara yang katanya menerapkan sistem dan ideologi politik reformasi, mereka sering dianggap sebagai pemberontak.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Golkar

Pemerintahan Orde Baru dikenal mampu bertahan selama lebih dari tiga dekade karena berjayanya Golongan Rakyat sebagai partai politik yang mengusung Suharto dan sejumlah kroninya. Pertama kali didirikan sebagai sebuah kesekretariatan (Sekretariat Bersama Golongan Karya) pada tahun 1964 dan berpartisipasi dalam pemilihan umum untuk pertama kalinya pada 1971, Golkar kemudian terbukti menjadi salah satu partai politik yang paling besar di Indonesia sampai hari ini.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gestapu

Serumit narasi sejarah yang meliputi peristiwanya, istilah yang dibuat untuk merujuk peristiwa berdarah di September 1965 pun tidak bisa dibilang sederhana. Kita mungkin familiar dengan sejumlah istilah, seperti G30S/PKI, G30S, Gestok, dan juga Gestapu. Agaknya cukup penting untuk memahami sejumlah istilah tersebut, karena beberapa di antaranya diciptakan dengan kepentingan tertentu oleh pihak-pihak tertentu.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Genjer-Genjer

Saya masih ingat saat pertama kali ibu saya memasak sayur genjer untuk kudapan makan siang, jenis tanaman sayur yang namanya tidak diperkenalkan saat di sekolah seperti bayam atau kangkung. Tanpa diminta, ada sebuah kisah yang keluar dari mulut ibu saya sambil tangannya sibuk mengolah sayur tersebut. Cerita tentang sebuah lagu berjudul Genjer-Genjer yang ia sendiri sudah tidak ingat liriknya, cuma bisa mendehamkan irama dan nadanya.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani

Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Mengenal Orde Baru: G30S

Lebih dari lima dekade dari peristiwa berdarah 30 September 1965, sampai hari ini masih saja banyak kontroversi yang berkembang. Mulai dari siapa yang melakukannya, siapa yang menjadi korban, dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada beberapa tahun setelah hari itu. Kejadian sejarah ini tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena momen ini bisa dianggap seperti sebuah palang besar yang terbuka.

(more…)

Follow Us