Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Mengenal Orde Baru: G30S

Lebih dari lima dekade dari peristiwa berdarah 30 September 1965, sampai hari ini masih saja banyak kontroversi yang berkembang. Mulai dari siapa yang melakukannya, siapa yang menjadi korban, dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada beberapa tahun setelah hari itu. Kejadian sejarah ini tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena momen ini bisa dianggap seperti sebuah palang besar yang terbuka.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Freeport

Beberapa bulan yang lalu, sekian orang bertanya pada saya bagaimana jika Papua memisahkan diri dari Indonesia, atau bagaimana pendapat saya tentang upaya yang dilakukan beberapa pihak di Papua untuk melepaskan diri dari NKRI. Sebagai orang yang tidak punya keterkaitan ataupun kepentingan langsung dengan proyek ‘pembangunan’ di Papua dan tidak mendukung tokoh politik siapa pun, saya menjawab dengan ringan bahwa saya setuju-setuju saja dengan gagasan tersebut. Namun tentu saja jawaban ringan itu ada alasannya.

(more…)

Mengenal Orde Baru: ET

Ada potongan yang menarik dalam wacana sejarah modern Indonesia, yakni dengan kemunculan gagasan para petinggi negara untuk menciptakan label tertentu bagi lapisan masyarakat tertentu. Lapisan masyarakat yang ‘terpilih’ itu adalah para eks-tapol yang dilepaskan dari tahanan pada periode tahun 1977-1979. Label tersebut singkat namun mudah diingat dan mudah untuk ditemukan, yakni ‘ET’.
(more…)

Mengenal Orde Baru: Ekspor

Ekspor menjadi salah satu hal penting yang patut dibahas jika kita mendiskusikan sejarah kedaulatan Orde Baru. Hal tersebut berdasarkan pada kenyataan bahwa aspek ekonomi memainkan peran yang sangat penting pada saat itu. Tentu saja ekonomi menjadi salah satu hal yang turut diperhitungkan dan diatur oleh semua periode pemerintahan, namun Orde Baru merupakan pemerintahan yang menjual dirinya sebagai penyelamat ekonomi negara setelah kehancuran di penghujung periode Orde Lama. Salah satu elemen penting yang dianggap mampu membangkitkan perekonomian Indonesia selama rezim Orde Baru adalah praktik ekspor. Namun benarkah ekspor sepenuhnya menyebabkan kesejahteraan rakyat?
(more…)

Mengenal Orde Baru: Eks-Tapol

Istilah eks-tapol di Indonesia merujuk pada sekian ratus orang yang ditangkap dan ditahan oleh pemerintah Orde Baru karena tuduhan samar. Saya bisa mengatakannya sebagai tuduhan samar karena memang sedikit sekali atau hampir tidak ada bukti orang-orang yang dijadikan tahanan politik itu terlibat dengan G30S. Setelah menjadi tahanan, status mereka berubah menjadi eks-tapol, dengan kehidupannya sendiri yang tidak bisa dibilang mudah.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Eksil

Pilihan apa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia yang dituduh termasuk dalam golongan kiri oleh rezim Orde Baru? Bisa dibilang cukup banyak, dan semuanya bukanlah pilihan yang menyenangkan. Antara dipenjara, dieksekusi, disiksa, atau dibuang. Rezim Orde Baru punya dua tempat pembuangan bagi para tapol di dalam negeri, yakni Pulau Buru untuk tahanan laki-laki dan Kamp Plantungan untuk tahanan perempuan. Naasnya kehidupan mereka selama menjadi tapol telah banyak dijadikan bahan tulisan setelah kekuasaan Orde Baru runtuh. Namun ada kisah pembuangan lain yang kurang tersentuh, yakni kehidupan para eksil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Dwifungsi ABRI

Dalam artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas tentang ABRI. Namun mengingat betapa besarnya ‘peran’ ABRI dalam sejarah Orde Baru, maka pembahasan tentang Dwifungsi ABRI saya rasa penting untuk dijadikan satu tulisan yang terpisah. Penerapan Dwifungsi ABRI menjadi suatu fenomena penting yang perlu dikaji karena memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan hegemoni peran dan -yang paling penting- pencitraan ABRI dalam sejarah modern Indonesia.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Dibon

Istilah ‘dibon’ memang bukan merupakan satu kata utuh, melainkan terdiri dari awalan ‘di-‘ dan kata utamanya adalah ‘bon’. Bon dalam penggunaan sehari-harinya pun memiliki beberapa pengertian, terutama dalam bidang ekonomi. Pertama bon dimaknai sebagai kertas yang digunakan sebagai bukti pembayaran atas suatu komoditas yang telah diperdagangkan. Kedua, juga diartikan sebagai hutang atas komoditas yang dibeli. Biasanya penjual warung-warung kecil tidak keberatan jika tetangganya ‘ngebon’ dulu saat membeli barang dagangan.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Dharma Wanita

Sebelum Dharma Wanita, Indonesia sudah punya Gerwani sebagai organisasi perempuan yang aktif pada tahun 1950-1960an sebelum akhirnya diberangus bersamaan dengan dikutuknya semua organisasi dan kelompok yang dianggap bersaudara dengan PKI dan kekomunisan. Secara organisasi, keanggotaan  kedua organisasi perempuan tersebut memang berbeda jauh, apalagi jika dilihat menggunakan kacamata kelas sosial. Gerwani tidak hanya beranggotakan perempuan-perempuan yang memiliki latar pendidikan formal yang pada saat itu masih cukup sukar untuk dicapai.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Demokrasi Pancasila

Salah satu pondasi mendasar yang digunakan Orde Baru untuk membangun kekuasaan adalah kebohongan dan kudeta militer. Suharto terbukti berupaya menambah-nambahi kesalahan yang pernah dilakukan pemerintah Orde Lama, dengan tujuan untuk membenarkan tindakan kudeta yang telah dilakukannya dan tentunya mendapatkan dukungan atas rencana-rencana jahat yang siap diluncurkannya. Suharto menekankan sistem pemerintahan Nasakom yang ditetapkan oleh Sukarno sebagai suatu kesalahan besar yang telah dilakukan Orde Lama dalam pidatonya pada 16 Agustus 1967.

(more…)

Follow Us