Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Gadis Genjer*

E mak’e thole teko-teko mbubuti genjer
Ulih sak tenong mungkur sedhot sing tolah-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo mulih

Kulihat bibirnya yang manis dan penuh itu masih bisa bernyanyi dan suaranya masih mampu membuatku tertegun terpesona.

(more…)

Garis Rosary*

Nine of Cups1,” Matt membuka kartu ke tujuh, kartu terakhir. Matanya agak terbelalak.

“Kartu ini adalah salah satu kartu yang memiliki kekuatan paling positif dari semua kartu. Nine of Cups menunjukkan hubungan emosional yang baik, seperti ikatan percintaan atau persahabatan yang makin kuat, dan kebahagiaan pasti hadir di kehidupan Anda,” jelas Matt.

Wanita cantik di hadapan Matt tersenyum lebar. Ada kepuasan terbaca dari ekspresi wajahnya.

“Terimakasih,” ujar wanita itu pelan, menyalami tangan Matt sambil menyelipkan secarik uang, beserta tips.

Dengan senyum yang belum hilang dari bibirnya wanita itu berjalan perlahan keluar.

(more…)

Penghuni Bui Kebencian*

Aku adalah seorang ibu yang sendiri. Tanpa suami, tanpa pendamping hidup yang menjagaku. Maka aku memilih menjadi pelindung, bukan menjadi orang yang dilindungi. Melindungi anakku, Dewi. Dia satu-satunya anak yang aku punya dan dia harta satu-satunya bagiku. Aku menjaganya siang malam, dan takkan kubiarkan seorang pun menyakitinya. Perlakuanku ini tentu saja beralasan. Semua ini karena si Tray, mantan suamiku, yang sudah meninggalkanku dan Dewi di rumah ini. Rumah yang kutinggali memang megah, namun tak sejalan dengan kebahagiaanku. Tray yang tergoyahkan hatinya oleh keelokan tubuh sintal wanita simpanannya, dengan mudah menandatangani surat cerai pernikahan setahun silam.

(more…)