Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Perempuan Sudah Sekolah, Lalu?

Tulisan ini sesungguhnya merupakan bagian dari keluhan pribadi atas beberapa hal yang menimpa saya berkaitan dengan identitas ‘gender’ saya sebagai perempuan. ‘Gender’ saya beri tanda kutip karena menjadi penekanan tersendiri dalam tulisan kali ini, merujuk pada konsepsi konstruksi sosial yang sebenarnya tidak berlaku seiringan dengan jenis kelamin saya. Beberapa hal yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin bukan hal yang besar bagi beberapa pembaca, namun cukup menganggu kesadaran saya sebagai seorang perempuan.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani

Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Mengenal Orde Baru: G30S

Lebih dari lima dekade dari peristiwa berdarah 30 September 1965, sampai hari ini masih saja banyak kontroversi yang berkembang. Mulai dari siapa yang melakukannya, siapa yang menjadi korban, dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada beberapa tahun setelah hari itu. Kejadian sejarah ini tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena momen ini bisa dianggap seperti sebuah palang besar yang terbuka.

(more…)

Tragedi 65-66 = McCarthyism a la Orde Baru

Pasca malam 30 September 1965, kekacauan politik dan sosial terjadi di Indonesia hampir secara merata. Kekacauan politik ditandai dengan kudeta ‘halus’ untuk menurunkan Sukarno dari tampuk kekuasaan untuk diduduki oleh Suharto. Dan kekacauan sosial di lapisan masyarakat terlihat dari maraknya isu komunisme yang seakan mengizinkan satu sama lain untuk saling melaporkan, menangkap, bahkan membunuh. Dengan dibukanya akses terhada dokumen-dokumen rahasia negara, para peneliti mulai berani menyatakan adanya keterlibatan negara lain dalam periode kekacauan tersebut, terutama Amerika Serikat.

(more…)

Posisi Karya Sastra di Tengah Perpolitikan Indonesia

Memang perlu diakui keputusan saya untuk menyampaikan tulisan ini masih berhubungan dengan permasalahan yang muncul terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Saya tidak akan membahas apakah puisi tersebut bisa dikatakan menghina atau memojokkan salah satu pihak. Juga tidak akan mengatakan perlu atau tidak sebenarnya Sukmawati meminta maaf kepada publik. Tulisan ini juga berkaitan dengan hebohnya berita Indonesia akan bubar pada 2030 seperti pernyataan Prabowo yang ternyata dikutip dari novel Ghost Fleet.

(more…)

Polisi Moral dan Etika, Perlu atau Tidak?

‘Polisi moral’ sebenarnya merupakan istilah tidak resmi yang awalnya muncul di masyarakat India. Istilah ini merujuk pada kelompok vigilante yang bertindak untuk memperkuat moralitas di India. Namun pada perkembangannya, istilah ini masuk ke dalam ranah lain dalam masyarakat dan meleburkan batas negara dan budaya. Saat ini, di Indonesia, kita juga mengenal istilah polisi moral yang berkaitan dengan aktivitas sosial media.

(more…)

Sekelebat tentang Reformasi Agraria di Indonesia

Reformasi agraria merupakan salah satu agenda yang hampir tidak pernah berhenti diperjuangkan oleh kelas tertentu di Indonesia. Sejak Indonesia masih bersahabat karib dengan sosialisme pada tahun 1950-an, sempat ditenggelamkan selama rezim Orde Baru, namun kini menjadi salah satu perhatian penting terutama bagi kelompok-kelompok pergerakan rakyat. Yang perlu dipahami adalah bahwa reformasi agrarian tidak semata memperjuangkan hak kepemilikan tanah namun juga terkait dengan proses penggunaan, produksi dan konsumsi dari lahan tersebut.

(more…)

Kerentanan Ruang Personal dan Ruang Publik Perempuan

Berbicara tentang keleluasaan perempuan untuk menjadi sekedar manusia dengan free will memang selalu penuh keganjalan. Naif jika mengatakan bahwa nasib perempuan (terutama di Indonesia) sekarang sudah lebih baik karena tulisan Kartini atau citraan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Karena pada kenyataannya, pembatasan-pembatasan yang hubungannya dengan relasi kuasa dan permainan ideologi masih berlangsung hingga sekarang. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas teori atau gerakan feminisme yang ada di Indonesia ataupun di belahan dunia lain, melainkan memaparkan realitas kerentanan perempuan pada taraf personal dan publik.

(more…)

Alienasi Religi dan Intoleransi

Gencarnya isu intoleransi beragama dan berkepercayaan akhir-akhir ini mungkin membuat kita bertanya-tanya apa yang salah dengan pendidikan atau masyarakat kita. Pendidikan berkaitan dengan pengajaran agama dan toleransi yang diberikan di sekolah atau orang tua, dan masyarakat berhubungan dengan relasi sosial yang terbangun di dalam lingkungan yang majemuk. Jari-jari menuding ke beberapa pihak seperti pemerintah dengan ketimpangan regulasinya, kementerian pendidikan dengan kurikulumnya, pemuka agama dengan ajarannya, atau orang tua dengan tuntutan akademis semata kepada anaknya.

(more…)