Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Prabowo, Kopassus dan Timor Timur: Sejarah Tersembunyi dari Perang Non Konvensional Modern Indonesia

Oleh: Ingo Wandelt
Alih Bahasa: Dhianita Kusuma Pertiwi dan Giovani Fabiano

Kekerasan milisi yang terjadi pada masa referendum kemerdekaan Timor Timur pada Agustus 1999 telah direncanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahkan semenjak April 1999, saat sekelompok preman pertama kali muncul di media internasional. Upaya untuk mencari jejak organisasi tersebut dimulai semenjak tahun 1998, sebelum gagasan referendum dikeluarkan oleh Presiden Jusuf Habibie pada Januari 1999. Bentuk milisi yang baru dirancang pada awal 1990-an dan memiliki keterkaitan dengan nama Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Jenderal Komando Pasukan Khusus, Kopassus, yang merupakan menantu dari diktator dan penguasa Orde Baru, Jenderal Suharto. Kapan tepatnya Prabowo memperkenalkan untuk pertama kali gagasannya tentang bentuk milisi baru ini di depan khalayak?

(more…)

Produksi Narasi Heroisme oleh Institusi Museum

Museum merupakan sebuah institusi yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan dan penyimpanan benda-benda artefak yang memiliki signifikansi sejarah atau kultural. Masing-masing museum akan memiliki sistem kuratorialnya sendiri yang disesuaikan dengan jenis museum dan wacana yang diangkatnya. Museum memainkan peran penting dalam distribusi pengetahuan dan penciptaan wacana di masyarakat, termasuk pembentukan narasi heroisme.

(more…)

Kritik atau Pencemaran Nama Baik?

Sebagai warga negara Indonesia, pencemaran nama baik tokoh publik figur merupakan salah satu kasus yang paling sering kita dengar. Bahkan di era demokrasi seperti saat ini, UU ITE diterapkan pada tahun 2008 dan telah menjerat beberapa orang dalam sepuluh tahun terakhir. Yang terbaru adalah tuduhan pencemaran nama baik untuk ilustrasi gambar Jokowi utuk sampul Majalah Tempo dan meme Anies Baswedan. Pendapat publik terkait kasus tersebut secara umum terbagi menjadi dua, yakni menganggap publikasi semacam itu sebagai bentuk kritik, dan sebagai pencemaran nama baik.

(more…)

Ring Tinju Pergerakan Antar Generasi

Perjuangan masyarakat sipil melawan kesewenang-wenangan pemerintah, aparat keamanan, atau pemegang modal telah menjadi salah satu bagian cerita dari linimasa sejarah sosial Indonesia. Termasuk yang baru saja menjadi fenomena cukup menggemparkan, demonstrasi besar oleh mahasiswa, pelajar, dan buruh yang melibatkan perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat kepolisian. Namun di balik serangan gas air mata dan jatuhnya korban jiwa, ada pertarungan lain yang melibatkan sesama masyarakat sipil.

(more…)

Upaya Depolitisasi Perempuan di Era Demokrasi

Peran gender sampai hari ini masih menjadi perbincangan (baca: perdebatan) hangat di antara sejumlah kalangan di Indonesia. Terutamanya berkaitan dengan peran gender yang dikonstruksikan sebagai ideal bagi perempuan; mana yang lebih baik, beraktivitas di ruang domestik atau publik? Saat perempuan sejatinya memiliki hak untuk memilih, patriarki telah meracuni sejumlah aspek dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia dari masa ke masa.

(more…)

Kompleksitas Homofobia Terselubung

Pemukulan yang dialami pasangan lesbian Melanie Geymonat dan Chris di London oleh sekelompok pria yang memaksa mereka berciuman di tempat umum adalah bukti apa yang saya sebut dengan homofobia terselubung. Hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita, namun seringkali narasinya kalah dibandingkan tindakan kekerasan berbasis homofobia yang lebih nyata.

(more…)

Mengenang Ekaprasetia Pancakarsa

Mungkin saya bukan satu-satunya orang yang selalu bertanya-tanya apa yang seharusnya dilakukan di Hari Pancasila. Apalagi semenjak ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai hari libur, benak saya semakin dipenuhi pertanyaan dengan apa hubungan peringatan tercetusnya Pancasila dengan libur sekolah dan bekerja? Pancasila memang akan terus menarik untuk dibahas, mengingat keberadaannya yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah politik dan negara Indonesia.

(more…)

Dinamika Ideologi dalam Kumpulan Cerpen Debur Zaman (2019)

Tiga periode yang menjadi latar waktu penciptaan karya dalam kumpulan cerpen Debur Zaman (2019) oleh Putu Oka Sukanta mengimplikasikan dinamika pada ideologi teks yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Dinamika ideologi dalam tulisan ini diasumsikan dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekstrinsik seperti medan sastra, situasi politik, dan pengalaman pribadi penulis. Tulisan ini akan mengkaji dinamika ideologi dari tiga periode linimasa kepenulisan dengan urutan paling lama sampai terbaru–terbalik dari yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen tersebut– dengan membaca situasi sosial, politik, dan ekonomi pada masing-masing periode kepenulisan.

(more…)

(Toksisitas) Wacana Dominan Heteroseksualitas

Setelah ramai diperbincangkannya protes dan pelarangan penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku (2019, sut. Garin Nugroho), ruang ekspresi seksualitas di Indonesia kembali menjadi bahasan publik dengan diberhentikannya seorang anggota polisi berinisial TT di Jawa Tengah. TT diberitakan dipecat dari kesatuannya karena orientasi seksualnya.

(more…)
Follow Us