Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Kekariban Agama dan Kekuasaan

Beberapa orang di luar sana mungkin tidak akan pernah berhenti menuliskan komentar atau meneriakkan protes: “jangan jual agama (untuk kekuasaan)!” Tapi pada kenyataannya, fenomena yang menunjukkan kekariban agama dan kekuasaan terus saja terjadi, seakan-akan protes itu tidak ada gunanya. Kedekatan dua sistem pemikiran tersebut sebenarnya memang sudah berlangsung dan diamini sangat lama, jauh sebelum mereka yang memilih golput dituding sebagai benalu.

(more…)

Alienasi Religi

Salah satu konsep yang paling dikenal dalam teori Marxisme dan sosialisme adalah alienasi, yakni sebuah kondisi yang dialami pekerja yang disebabkan oleh berkurangnya nilai dan identitas mereka sebagai manusia karena mereka hanya dinilai menurut dan produksi yang dihasilkan. Alienasi dalam konsep Marxisme juga terkait dengan perasaan dikendalikan atau dikontrol oleh pihak pemilik kekuasaan.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Polisi Moral dan Etika, Perlu atau Tidak?

‘Polisi moral’ sebenarnya merupakan istilah tidak resmi yang awalnya muncul di masyarakat India. Istilah ini merujuk pada kelompok vigilante yang bertindak untuk memperkuat moralitas di India. Namun pada perkembangannya, istilah ini masuk ke dalam ranah lain dalam masyarakat dan meleburkan batas negara dan budaya. Saat ini, di Indonesia, kita juga mengenal istilah polisi moral yang berkaitan dengan aktivitas sosial media.

(more…)

Alienasi Religi dan Intoleransi

Gencarnya isu intoleransi beragama dan berkepercayaan akhir-akhir ini mungkin membuat kita bertanya-tanya apa yang salah dengan pendidikan atau masyarakat kita. Pendidikan berkaitan dengan pengajaran agama dan toleransi yang diberikan di sekolah atau orang tua, dan masyarakat berhubungan dengan relasi sosial yang terbangun di dalam lingkungan yang majemuk. Jari-jari menuding ke beberapa pihak seperti pemerintah dengan ketimpangan regulasinya, kementerian pendidikan dengan kurikulumnya, pemuka agama dengan ajarannya, atau orang tua dengan tuntutan akademis semata kepada anaknya.

(more…)

Berbohong adalah Cara Bertahan Hidup di Indonesia

Tiba-tiba gagasan menulis hal ini muncul dalam kepala saya setelah menonton ulang film Senyap yang disutradarai Joshua Oppenheimer. Saya tidak akan menjadikan tulisan ini sebagai resensi film tersebut, namun menempatkannya sebagai sebuah refleksi atas kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Tidak hanya terkait tentang pembunuhan massal yang terjadi pasca Tragedi 65, namun melingkupi aspek sosial kemasyarakatan di Indonesia secara umum.

(more…)

Hilangnya Dosa dan Doxa

Sebagai seorang individu yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan masyarakat Indonesia, harus diakui bahwa saya sering menghadapi kesulitan dalam mengekspresikan diri. Tidak hanya berkaitan dengan penampilan, namun juga ideologi dan kepercayaan spiritualitas. Saya sudah memutuskan untuk melepas atribut agama apapun yang pernah melekat sebelumnya karena ketidaknyamanan akal dan batin. Dan menggantinya dengan konsep spiritualisme yang sifatnya lebih memerdekakan dan mendamaikan saya dalam lingkup pribadi maupun sosial.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Atheisme

Ada satu kalimat yang ditulis oleh Marx yang digunakan sebagai senjata propaganda pemerintah Orde Baru, yakni ‘Die Religion … ist das Opium des Volkes’ – yang diterjemahkan lalu dipublikasikan sebagai ‘agama adalah candu bagi rakyat’ (baca Memaknai (lagi) Agama adalah Opium milik Marx). Propaganda yang diluncurkan oleh pemerintah Orde Baru terbukti berhasil, karena nyatanya penggeseran makna ‘atheis’ dan ‘atheisme’ yang merongrong dalam kepala rakyat Indonesia dipercaya, disebarkan, dan diturunkan selama beberapa generasi masyarakat.

(more…)

Yen Ora Gelem Dijiwit, Ojo Njiwit

Dalam bahasa Indonesia istilah ini bisa diartikan: ‘kalau tidak ingin dicubit, jangan mencubit’. Saya yang lahir dan dibesarkan di Jawa, dengan keluarga yang masih sangat ‘njawani’, filosofi semacam ini menyimpan nilai berharga dalam kehidupan bermasyarakat, walaupun saya tidak ingat kapan pertama kali saya mendengar kalimat tersebut. Namun yang jelas saya mengamini filosofi yang sederhana namun fundamental ini.

(more…)

Perjalanan Spiritual yang Merdeka

Perjalanan spiritual yang akan dibahas dalam tulisan ini tidak merujuk pada satu sistem agama atau kepercayaan tertentu yang dikenal oleh masyarakat di dunia, baik yang secara sah diakui secara hukum maupun yang tidak. Konsep perjalanan spiritual yang coba saya jelaskan di sini diharapkan bisa diterapkan pada semua sistem agama atau kepercayaan, karena bersifat umum dan tidak menyinggung aspek detail atau istilah tertentu yang hanya digunakan untuk satu sistem agama atau kepercayaan. Sebagai tambahan, saya juga bukan agen pembawa firman atau penyampai ajaran sistem agama atau kepercayaan tertentu.

(more…)

Follow Us