Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Politik Kekuasaan dalam Kasus Tahanan Nurani

Istilah tahanan nurani yang merupakan terjemahan dari prisoner of conscious mungkin tidak terlalu sering didengar dibandingkan tahanan perang atau tahanan politik di Indonesia. Walaupun begitu, sesungguhnya istilah ini telah digunakan dalam dokumen Pernyataan Publik Amnesty International edisi 17 Juni 2014 yang membahas kasus pemenjaraan pemimpin komunitas Syiah, Tajul Muluk. Tulisan ini akan membahas lebih dalam istilah tahanan nurani untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia.

(more…)

Bulan Mei dan Martir-isasi Tionghoa (Bagian 2-tamat)

Setelah mengingat apa yang terjadi pada bulan Mei 1998 pada etnis Tionghoa dan juga sebelum kerusuhan tersebut, saya akan membahas martir-isasi Tionghoa yang kembali terjadi 19 tahun dari lengsernya Suharto dari singgasana presidennya. Hampir dua dasawarsa era reformasi, dengan berganti-ganti presiden, memang tidak ada dari mereka yang dengan lantang menyerukan permusuhan terhadap etnis Tionghoa, namun hasil kekerasan budaya dan ideologis yang dilakukan rezim sebelumnya terbukti berkerak di dasar kepala beberapa lapisan masyarakat.

(more…)

Bulan Mei dan Martir-isasi Tionghoa (Bagian 1-bersambung)

Walaupun tidak ditentukan sebagai sebuah hari besar khusus yang patut dirayakan dengan upacara atau berlibur, beberapa lapisan masyarakat Indonesia menganggap sekuen tanggal-tanggal bulan Mei sebagai momentum yang perlu dianggap penting. Saya rasa perlu untuk menekankan kata beberapa, karena tidak seperti hari Kartini, -yang semua orang percaya bahwa ia adalah sosok yang perlu dianggap sebagai pahlawan dan hari kelahirannya dianggap terhormat- terdapat perbedaan anggapan atas kejadian di bulan Mei, terutama di tahun 1998 dan 2017.

(more…)

Follow Us