Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Perempuan di Mata Marx

Bagi pembaca yang berusaha mengenal Marx melalui tulisan-tulisannya yang baru sampai pada tahap awalan, mereka akan menganggap bahwa dalam kepala Marx isinya hanya ada ide-ide tentang kritik sistem ekonomi dan pergolakan antar kelas dalam pengertian yang sempit. Implikasi yang kemudian muncul adalah bahwa Marx dengan teori-teorinya itu sangatlah maskulin, dan tidak ada tempat untuk femininitas. Pada kenyataannya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan alih-alih anti feminisme, beberapa gagasan Marx tentang perempuan sebagai individu dan peran perempuan dalam keluarga menjadi landasan bagi teori-teori feminisme yang berkembang setelah ideologi Marxisme terbukti berpengaruh di Eropa, kemudian di seluruh dunia.
(more…)

Masih Perlukah Membaca The Communist Manifesto?

Anggaplah Marx memiliki sebuah mimpi utopis yang rasa-rasanya semakin sulit terwujud di abad ke-21 di mana komoditas menjadi semakin lebih penting daripada harga diri dan hampir segala aspek kehidupan manusia menjadi barang dagangan, mulai anggota tubuh sampai agama. Fenomena ‘kebangkitan’ wacana-wacana Marxisme dan sosialisme di Indonesia pasca kejatuhan Orde Baru mungkin bisa dianggap sebagai suatu langkah maju, walaupun tidak bisa dikatakan mampu mengubah kondisi masyarakat sekarang ini. Maka muncullah pertanyaan-pertanyaan terkait apakah masih penting membaca tulisan-tulisan Marx termasuk The Communist Manifesto di era postmodern seperti sekarang ini.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Buruh

Walaupun dengan semakin berkembangnya industrialisasi di Indonesia, rezim Orde Baru seringkali merasa risih dengan istilah ‘buruh’. Ada konotasi negatif yang disematkan pada beberapa kata dan frasa seperti buruh, massa buruh, atau organisasi buruh yakni komunisme, PKI, gerakan kiri; segala hal yang menjadi agenda rezim untuk diberangus sampai ke akar-akarnya. Sehingga bahkan semasa bercokolnya rezim tersebut, jarang sekali yang berani mengungkapkan kata-kata tersebut dengan lantang di depan umum.

(more…)

Bagaimana Hari Buruh Lahir?

Perlu dipahami bahwa sejarah Hari Buruh berkaitan erat dengan gerakan sosialisme, komunisme, dan anarkisme yang berkawan dengan persatuan buruh di Eropa dan Amerika. Sehingga harusnya nilai-nilai paham tersebut tidak dianggap musuh oleh kalangan buruh yang berdikari, berusaha mendapatkan nilai kemanusiaannya dengan berada di bawah tekanan pemilik modal dan mesin.

(more…)

Follow Us