Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Sisi Gelap Pemilihan Umum



Agaknya sudah terlalu sering kita mendengar wacana glorifikasi dari pemilihan umum yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1955. Glorifikasi tersebut berkaitan dengan keberhasilan negara dalam menerapkan konsep demokrasi yang memungkinkan masyarakat berperan aktif dalam pemilihan pemimpin mereka. Tetapi pada kenyataannya, proses persiapan dan pelaksanaan pemilu terbukti tidak selalu tentang hal-hal yang baik saja. Apalagi menjelang pemilihan presiden di bulan April 2019, arena persaingan kedua pasangan calon telah dijejali dengan sejumlah peristiwa negatif.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan



Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Anak Beasiswa Tidak Boleh Kritik Pemerintah!



Akhir-akhir ini, pembicaraan tentang mahasiswa penerima beasiswa dari negara memang hampir tidak pernah luput dari ruang-ruang diskusi. Beberapa bulan lalu, media sosial hangat dengan kabar penerima beasiswa yang hanya menghambur-hamburkan uang untuk jalan-jalan, dan telah saya bahas di tulisan sebelumnya. Sampai yang sekarang saya dengar sendiri adalah sinisme terhadap penerima beasiswa yang ‘suka’ menulis atau menyampaikan kritik kepada pemerintah. Jika pada kasus pertama saya tidak merasa emosional karena memang tidak pernah jalan-jalan dengan uang beasiswa, namun untuk kabar yang sekarang ini, saya cukup tersentil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Demokrasi Pancasila



Salah satu pondasi mendasar yang digunakan Orde Baru untuk membangun kekuasaan adalah kebohongan dan kudeta militer. Suharto terbukti berupaya menambah-nambahi kesalahan yang pernah dilakukan pemerintah Orde Lama, dengan tujuan untuk membenarkan tindakan kudeta yang telah dilakukannya dan tentunya mendapatkan dukungan atas rencana-rencana jahat yang siap diluncurkannya. Suharto menekankan sistem pemerintahan Nasakom yang ditetapkan oleh Sukarno sebagai suatu kesalahan besar yang telah dilakukan Orde Lama dalam pidatonya pada 16 Agustus 1967.

(more…)

Follow Us