Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

UU Cipta Kerja, Pertanda Ekonomi Fasisme

Rasanya saya tidak perlu menjelaskan dalam bagian tersendiri pada tulisan ini tentang UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI melalui rapat paripurna pada Senin, 5 Oktober 2020. Sudah begitu banyak tulisan panjang, status media sosial, dan bahkan utas cuitan yang menjelaskan dengan cukup terperinci isi dari undang-undang tersebut dan mengapa penetapannya perlu direspons secara kritis oleh masyarakat.

(more…)

Ancaman Pasca Pandemi bagi Pekerja Kerah Putih di Bidang Kebudayaan

Sejak awal abad ke-20, pembagian kelas pekerja secara umum didasarkan pada jenis pekerjaan, dan terkadang gender, dengan menggunakan warna pakaian yang sering dipakai oleh jenis pekerjaan tertentu sebagai penanda. Sampai hari ini, pembagian kelas pekerja yang masih cukup umum digunakan antara lain kerah putih, kerah biru, kerah merah muda, kerah emas, dan kerah hitam. Khusus untuk pembahasan kali ini, saya akan fokus pada pekerja kerah putih.

(more…)

Wabah, Ekonomi, dan Kelas

Beberapa dari kita mungkin masih ingat dengan jargon-jargon humor satir yang pernah sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, seperti “kalau miskin jangan sakit”. Penyebaran COVID-19 yang telah menjadi pandemi seluruh dunia mungkin pada awalnya tidak dapat disangkutpautkan dengan kelas sosial–miskin atau kaya secara umum memiliki risiko yang sama untuk terpapar virus tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, mulai terlihat permasalahan yang berhubungan dengan kelas sosial.

(more…)

Menyadari Pentingnya Kesadaran Kelas



Dalam melakukan pembacaan terhadap konsep-konsep Marx, salah satu hal yang sering muncul adalah penekanan terhadap kesadaran kelas, terutama bagi golongan pekerja. Kesadaran kelas merupakan kepercayaan yang dimiliki seseorang tentang kelas sosial atau tingkatan ekonominya di masyarakat, struktur kelas, dan kepentingan kelas mereka. Kesadaran ini merupakan hal yang penting karena menjadi cikal bakal perlawanan untuk membuat kelas proletar naik menjadi golongan yang memimpin.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Ekspor



Ekspor menjadi salah satu hal penting yang patut dibahas jika kita mendiskusikan sejarah kedaulatan Orde Baru. Hal tersebut berdasarkan pada kenyataan bahwa aspek ekonomi memainkan peran yang sangat penting pada saat itu. Tentu saja ekonomi menjadi salah satu hal yang turut diperhitungkan dan diatur oleh semua periode pemerintahan, namun Orde Baru merupakan pemerintahan yang menjual dirinya sebagai penyelamat ekonomi negara setelah kehancuran di penghujung periode Orde Lama. Salah satu elemen penting yang dianggap mampu membangkitkan perekonomian Indonesia selama rezim Orde Baru adalah praktik ekspor. Namun benarkah ekspor sepenuhnya menyebabkan kesejahteraan rakyat?
(more…)

Merunut Perjalanan Sosialisme



Bagi mahasiswa ilmu sosial dan humaniora, istilah ‘sosialisme’ bukanlah suatu hal yang asing, bahkan menjadi bagian dari kehidupan akademis mereka. Beberapa bahkan mengamininya sebagai ideologi yang pantas diterapkan di masyarakat dan mengeluarkannya dari buku-buku teks. Di saat yang sama, Indonesia memiliki sejarah tersendiri dalam memaknai, menerima, dan menolak keberadaan sosialisme. Dalam tulisan ini saya tidak akan menggiring pembaca kepada satu ideologi tertentu, mentahbiskan dogma-dogma agar dipercayai mentah-mentah, namun saya hanya akan menuliskan narasi perjalanan sosialisme dari awal terbentuknya hingga saat ini.

(more…)

Follow Us