Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Kelindan Pelanggaran Hak Cipta dan Sensor

Dunia perfilman Indonesia untuk sekian kalinya menjadi pembahasan publik karena peristiwa yang kurang menyenangkan. Beberapa bulan lalu, media sosial diramaikan dengan keberatan publik dengan penayangan Kucumbu Tubuh Indahku karena memunculkan penceritaan tentang identitas seksual di luar nilai normatif. Serangan terhadap film memang bukan hal baru di Indonesia, bahkan memiliki sejarah yang cukup panjang. Dan kasus yang baru saja terjadi bahkan melibatkan institusi negara sebagai pelaku tindakan pelanggaran hak cipta dan pemotongan karya.

(more…)

Mbak Dian, Kamu Tidak Sendirian

Setelah menjadi perbincangan (baca: perdebatan) di antara para pengguna media sosial, wajah dari tokoh utama film Tilik, Bu Tedjo, semakin mudah ditemukan di jagat internet dalam bentuk meme dan stiker. Beberapa perbincangan kebanyakan menempatkan Bu Tedjo–yang di film tersebut menjadi penyulut pergunjingan–sebagai bahan pembicaraan, mulai dari cara berbicaranya, ekspresi dan mimik wajahnya, dan tentu dialog-dialog yang disampaikan. Namun tulisan ini saya tujukan untuk Mbak Dian, tokoh yang dibicarakan di sepanjang film tersebut.

(more…)

Negara (Masih) Mengukuhkan Kecemasan Massal



Bagi beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, memasuki bulan September di setiap tahun terasa lebih menarik daripada perayaan kemerdekaan pada bulan sebelumnya. Jika pencapaian kemerdekaan negara pada 17 Agustus 1945 telah dianggap sebagai suatu hal yang tidak perlu, bahkan mungkin tidak bisa dipertentangkan lagi; hal yang berbeda terjadi dengan narasi tentang peristiwa malam 30 September 1965. Jika kita mau membuka mata lebih lebar dan menyadari riak-riak yang bergerak di tengah-tengah masyarakat, maka akan ditemukan begitu banyak paradoks.

(more…)

Dosa Iqbaal ‘Dilan’ dan Kelupaan Kita untuk Berkaca



Berita tentang pengumuman para aktor dan aktris yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam film adaptasi Bumi Manusia yang disutradari Hanung Bramantyo memenuhi beranda media sosial saya. Rata-rata dibumbui dengan kritik, celaan, dan ungkapan kekecewaan terkait pemilihan Iqbaal sebagai pemeran tokoh Minke. Sayangnya, seperti biasanya, yang diserang adalah pribadi Iqbaal yang menurut saya tidak berdasar.

(more…)

Follow Us