Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Upaya Depolitisasi Perempuan di Era Demokrasi

Peran gender sampai hari ini masih menjadi perbincangan (baca: perdebatan) hangat di antara sejumlah kalangan di Indonesia. Terutamanya berkaitan dengan peran gender yang dikonstruksikan sebagai ideal bagi perempuan; mana yang lebih baik, beraktivitas di ruang domestik atau publik? Saat perempuan sejatinya memiliki hak untuk memilih, patriarki telah meracuni sejumlah aspek dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia dari masa ke masa.

(more…)

Kompleksitas Homofobia Terselubung

Pemukulan yang dialami pasangan lesbian Melanie Geymonat dan Chris di London oleh sekelompok pria yang memaksa mereka berciuman di tempat umum adalah bukti apa yang saya sebut dengan homofobia terselubung. Hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita, namun seringkali narasinya kalah dibandingkan tindakan kekerasan berbasis homofobia yang lebih nyata.

(more…)

(Toksisitas) Wacana Dominan Heteroseksualitas

Setelah ramai diperbincangkannya protes dan pelarangan penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku (2019, sut. Garin Nugroho), ruang ekspresi seksualitas di Indonesia kembali menjadi bahasan publik dengan diberhentikannya seorang anggota polisi berinisial TT di Jawa Tengah. TT diberitakan dipecat dari kesatuannya karena orientasi seksualnya.

(more…)

Komodifikasi Kartini

Keagungan industri telah menjadikan hampir segala hal di dunia ini sebagai komoditas, suatu praktik yang diistilahkan dengan komodifikasi. Mulai dari benda, ide, sampai tubuh secara sadar maupun tidak sadar telah hilang substansi awal yang biasanya bersifat praktikal atau berhubungan dengan nilai pakai, karena bergeser menjadi kegunaannya dalam ekonomi atau nilai tukar. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk menempatkan perempuan sebagai satu-satunya golongan yang terpengaruh (baca: terjerumus) dalam pusaran komodifikasi. Namun bahasan kali ini akan menyoroti hal-hal yang semakin hari semakin dianggap lumrah oleh kalangan perempuan, terutama dalam hal penampilan.

(more…)

Emansipasi dan Konsep Kebebasan

Dalam pemaknaan awam, konsep emansipasi seringkali dihubungkan dengan relasi gender yang berlangsung di masyarakat. Yang paling sering digencarkan adalah emansipasi perempuan di tengah-tengah sistem masyarakat patriarkis. Padahal emansipasi pada awalnya memiliki dasar pemikiran yang lebih luas, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menyebabkan digunakannya konsep ini dalam berbagai ranah keilmuan.

(more…)

Kerentanan Ruang Personal dan Ruang Publik Perempuan

Berbicara tentang keleluasaan perempuan untuk menjadi sekedar manusia dengan free will memang selalu penuh keganjalan. Naif jika mengatakan bahwa nasib perempuan (terutama di Indonesia) sekarang sudah lebih baik karena tulisan Kartini atau citraan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Karena pada kenyataannya, pembatasan-pembatasan yang hubungannya dengan relasi kuasa dan permainan ideologi masih berlangsung hingga sekarang. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas teori atau gerakan feminisme yang ada di Indonesia ataupun di belahan dunia lain, melainkan memaparkan realitas kerentanan perempuan pada taraf personal dan publik.

(more…)

Perploncoan Perempuan Lintas Generasi

Kita pasti sering mendengar kata perploncoan untuk merujuk pada fenomena yang terjadi di lingkungan pendidikan seperti sekolah atau universitas, yakni kegiatan ‘pelatihan’ (baca: penyiksaan) yang dilakukan oleh senior kepada angkatan pendidikan yang lebih muda atau sering disebut junior. Kisahnya pun beragam, dari yang menjadi cerita lucu sampai menjadi berita tragis yang memenuhi muka media pemberitaan.

(more…)

Menstruasi, Fenomena Alami atau Terkonstruksi?

Bagi para pembaca yang sudah pernah mempelajari perbedaan antara hal-hal yang sifatnya alamiah dan terkonstruksi dalam lingkaran sosial manusia tentunya akan menjawab dengan yakin bahwa menstruasi merupakan fenomena alamiah yang dialami perempuan. Secara biologis jawaban tersebut memang tepat, karena menstruasi pada perempuan didukung dengan ada dan berfungsinya organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Bahkan menstruasi pun tidak hanya dialami oleh manusia, namun juga binatang mamalia lain seperti gajah, tikus, hamster, babi, kuda, dan lain-lain, semakin menegaskan bahwa menstruasi secara substansial adalah suatu fenomena alamiah.

(more…)

Perempuan dalam Lingkaran (Setan) Gender*

Gender merupakan batas dari karakterisasi jenis kelamin (feminitas dan maskulinitas). Dalam beberapa konteks, pemaknaan gender lebih dikaitkan pada peran sosial dan identitas dari kedua jenis kelamin tersebut. Sehingga dalam diskusi mengenai gender, perbedaan yang ada di antara perempuan dan laki-laki seringkali muncul menjadi bahan pembicaraan. Yakni  perbedaan dalam segi biologis, psikologis, moral dan peran sosial. Namun seringkali perempuan tidak mendapatkan tempat yang sejajar dengan lelaki dari segi peran sosial, moral dan kemasyarakatan yang semestinya bisa setara. Persepsi yang tertanam di masyarakat seringkali menyatakan perempuan diposisikan ‘nomor dua’ setelah lelaki. Ternyata asumsi tersebut memang diajarkan melalui media-media yang mampu memberikan dogma pada masyarakat.

(more…)

Follow Us