Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Politik Kekuasaan dalam Kasus Tahanan Nurani

Istilah tahanan nurani yang merupakan terjemahan dari prisoner of conscious mungkin tidak terlalu sering didengar dibandingkan tahanan perang atau tahanan politik di Indonesia. Walaupun begitu, sesungguhnya istilah ini telah digunakan dalam dokumen Pernyataan Publik Amnesty International edisi 17 Juni 2014 yang membahas kasus pemenjaraan pemimpin komunitas Syiah, Tajul Muluk. Tulisan ini akan membahas lebih dalam istilah tahanan nurani untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia.

(more…)

Munir yang Menelanjangi Militer

Kita sebagai warga Indonesia boleh saja berbangga diri menjadi bagian dari sebuah negara yang mendasarkan prinsip kebangsaannya pada Pancasila, falsafah yang mengedepankan pencapaian persatuan bangsa, kemakmuran dan keadilan sosial yang dicita-citakan melalui cara-cara yang beradab dan tidak melanggar hak azasi manusia. Namun di sisi lain, kita perlu melihat ke belakang sejenak untuk berkaca pada sejarah modern Indonesia yang ternyata cukup jauh dari konsep Pancasila itu sendiri, dipenuhi oleh tindakan ofensif dan opresif aparat militer pada masyarakat sipil.

(more…)

Presiden Tukang Pukul

Berita tentang rencana ‘penggebukan’ Jokowi kepada PKI yang muncul baru-baru ini mungkin tidak seheboh dukungan yang diberikan kepada presiden ramah tersebut karena telah membubarkan HTI. Mereka yang berkomentar mengenai berita ini pun kebanyakan cenderung mengamati objek dari tindakan penggebukan, yakni PKI. Namun saya malah lebih tertarik membahas kata kerjanya, yakni ‘gebuk’.

(more…)

Follow Us