Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Dosa Intelektual Organik

Salah satu hal yang sering menjadi bahan kritik bagi para mahasiswa pada akhir-akhir ini adalah semakin matinya semangat pergerakan mereka sebagai muda mudi Indonesia. ‘Keberhasilan’ gerakan kelompok mahasiswa untuk menjatuhkan Suharto dari singgasana penguasa yang telah merongrong selama lebih dari tiga dekade sering dijadikan narasi untuk merefleksikan betapa besarnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan masyarakat. Sayangnya kritik tersebut sering kali hanya bersifat satu sisi, menyalahkan para mahasiswa saat ini sebagai pemuda pemudi malas yang cenderung apatis.

(more…)

Merunut Perjalanan Sosialisme

Bagi mahasiswa ilmu sosial dan humaniora, istilah ‘sosialisme’ bukanlah suatu hal yang asing, bahkan menjadi bagian dari kehidupan akademis mereka. Beberapa bahkan mengamininya sebagai ideologi yang pantas diterapkan di masyarakat dan mengeluarkannya dari buku-buku teks. Di saat yang sama, Indonesia memiliki sejarah tersendiri dalam memaknai, menerima, dan menolak keberadaan sosialisme. Dalam tulisan ini saya tidak akan menggiring pembaca kepada satu ideologi tertentu, mentahbiskan dogma-dogma agar dipercayai mentah-mentah, namun saya hanya akan menuliskan narasi perjalanan sosialisme dari awal terbentuknya hingga saat ini.

(more…)

Sukarno yang Dibuang Secara Ideologi

Sepanjang perjalanan saya sebagai seorang siswa, tidak pernah ingat ada seorang pengajar, atau sebuah buku teks sekolah resmi yang mau membahas tentang pemikir-pemikir komunis dan sosialis Indonesia. Padahal saya adalah anak kelahiran 90-an yang tidak sempat merasakan kurikulum bentukan pemerintah Orde Baru yang anti komunis, namun di saat yang sama saya tidak pernah merasakan ada perhatian atau keterbukaan pada isme tersebut. Menurut saya ini adalah praktik ‘pembuangan secara ideologi’ yang pengaruhnya jauh lebih besar daripada pemenjaraan tubuh seorang figur. (more…)

Follow Us