Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Menjual Asa, Menebar Tagar

Istilah ‘menjual asa’, ‘mengobral janji’, adalah beberapa dari sekian frasa yang sering kita dengar setiap kali menjelang pemilihan umum. Visi dan misi yang disampaikan oleh para politikus yang bertanding di panggung pemilihan umum seringkali dianggap tidak lain sebagai janji yang diobral. Tidak ada yang salah dari pendapat itu, karena masyarakat punya hak penuh untuk menyampaikan pemikirannya terkait siapa pun yang ada di singgasana politik praktis.

(more…)

Jokowi dan Propaganda Rusia

Tulisan ini merupakan terjemahan dari artikel terbitan RAND Corporation berjudul “The Russian “Firehose of Falsehood”: Why it Might Work and Options to Counter It” yang ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews. Penerjemahan artikel tersebut diharapkan dapat mengarah pada interpretasi yang bersifat lebih logis atas pernyataan Jokowi tentang propaganda Rusia yang dilontarkannya beberapa hari yang lalu. Sejumlah spekulasi muncul setelah pemberitaan naik ke permukaan, dan pada beberapa titik mengarah pada perdebatan horizontal yang kurang sehat.

(more…)

Utopia Kebebasan Ekspresi di Indonesia Mendatang

Mendekati hari yang digadang-gadangkan sebagai perayaan kemerdekaan negara Indonesia, publik dibuat tercengang dengan berita tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga di Pemilu raya tahun depan. Paling tidak hal tersebut terbaca dari komentar-komentar masyarakat di media sosial terkait pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno yang menunjukkan kebingungan untuk memilih di antara kedua pasangan calon pemimpin pusat tersebut.

(more…)

Presiden Tukang Pukul

Berita tentang rencana ‘penggebukan’ Jokowi kepada PKI yang muncul baru-baru ini mungkin tidak seheboh dukungan yang diberikan kepada presiden ramah tersebut karena telah membubarkan HTI. Mereka yang berkomentar mengenai berita ini pun kebanyakan cenderung mengamati objek dari tindakan penggebukan, yakni PKI. Namun saya malah lebih tertarik membahas kata kerjanya, yakni ‘gebuk’.

(more…)

Surat Terbuka untuk Jokowi: Yang Saya Takutkan dari Pemerintahan Bapak

Apakah saya di sini -seorang lulusan Fakultas Sastra salah satu universitas negeri di Malang, yang sedang ‘ngobyek’ sebagai asisten dosen sambil menunggu masa menjadi mahasiswa lagi, yang duduk di hadapan laptop yang saya beli dari hasil pekerjaan menulis artikel lepas dan sebagai penerjemah, menulis surat untuk presiden- mengharapkan kiriman sepeda untuk dikirim ke alamat rumah? Tidak. Saya juga tidak ingin ditelpon oleh sang presiden atau anak atau menantunya. Tidak pula ingin mendapat kesempatan untuk wefie dengan bapak. Saya cuma ingin curhat. Itu saja.

(more…)

Follow Us