Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Mengenal Orde Baru: Hantu Komunisme

Sebenarnya sebelum Orde Baru melancarkan propaganda tentang hantu komunisme, sesuatu yang diwariskan sampai hari ini, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan ideologis masyarakat Eropa di abad ke-19. Sebagaimana dituliskan oleh Marx dan Engels sebagai pembuka Manifesto Partai Komunis, “(a)da hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme.” Kemunculan kelompok-kelompok radikal dianggap oleh Marx dan Engels sebagai upaya untuk mengusir hantu tersebut.

(more…)

Negara (Masih) Mengukuhkan Kecemasan Massal

Bagi beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, memasuki bulan September di setiap tahun terasa lebih menarik daripada perayaan kemerdekaan pada bulan sebelumnya. Jika pencapaian kemerdekaan negara pada 17 Agustus 1945 telah dianggap sebagai suatu hal yang tidak perlu, bahkan mungkin tidak bisa dipertentangkan lagi; hal yang berbeda terjadi dengan narasi tentang peristiwa malam 30 September 1965. Jika kita mau membuka mata lebih lebar dan menyadari riak-riak yang bergerak di tengah-tengah masyarakat, maka akan ditemukan begitu banyak paradoks.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Tragedi 65-66 = McCarthyism a la Orde Baru

Pasca malam 30 September 1965, kekacauan politik dan sosial terjadi di Indonesia hampir secara merata. Kekacauan politik ditandai dengan kudeta ‘halus’ untuk menurunkan Sukarno dari tampuk kekuasaan untuk diduduki oleh Suharto. Dan kekacauan sosial di lapisan masyarakat terlihat dari maraknya isu komunisme yang seakan mengizinkan satu sama lain untuk saling melaporkan, menangkap, bahkan membunuh. Dengan dibukanya akses terhada dokumen-dokumen rahasia negara, para peneliti mulai berani menyatakan adanya keterlibatan negara lain dalam periode kekacauan tersebut, terutama Amerika Serikat.

(more…)

Merunut Perjalanan Sosialisme

Bagi mahasiswa ilmu sosial dan humaniora, istilah ‘sosialisme’ bukanlah suatu hal yang asing, bahkan menjadi bagian dari kehidupan akademis mereka. Beberapa bahkan mengamininya sebagai ideologi yang pantas diterapkan di masyarakat dan mengeluarkannya dari buku-buku teks. Di saat yang sama, Indonesia memiliki sejarah tersendiri dalam memaknai, menerima, dan menolak keberadaan sosialisme. Dalam tulisan ini saya tidak akan menggiring pembaca kepada satu ideologi tertentu, mentahbiskan dogma-dogma agar dipercayai mentah-mentah, namun saya hanya akan menuliskan narasi perjalanan sosialisme dari awal terbentuknya hingga saat ini.

(more…)

Sukarno yang Dibuang Secara Ideologi

Sepanjang perjalanan saya sebagai seorang siswa, tidak pernah ingat ada seorang pengajar, atau sebuah buku teks sekolah resmi yang mau membahas tentang pemikir-pemikir komunis dan sosialis Indonesia. Padahal saya adalah anak kelahiran 90-an yang tidak sempat merasakan kurikulum bentukan pemerintah Orde Baru yang anti komunis, namun di saat yang sama saya tidak pernah merasakan ada perhatian atau keterbukaan pada isme tersebut. Menurut saya ini adalah praktik ‘pembuangan secara ideologi’ yang pengaruhnya jauh lebih besar daripada pemenjaraan tubuh seorang figur. (more…)

Follow Us