Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Menyadari Pentingnya Kesadaran Kelas

Dalam melakukan pembacaan terhadap konsep-konsep Marx, salah satu hal yang sering muncul adalah penekanan terhadap kesadaran kelas, terutama bagi golongan pekerja. Kesadaran kelas merupakan kepercayaan yang dimiliki seseorang tentang kelas sosial atau tingkatan ekonominya di masyarakat, struktur kelas, dan kepentingan kelas mereka. Kesadaran ini merupakan hal yang penting karena menjadi cikal bakal perlawanan untuk membuat kelas proletar naik menjadi golongan yang memimpin.

(more…)

Alienasi Religi

Salah satu konsep yang paling dikenal dalam teori Marxisme dan sosialisme adalah alienasi, yakni sebuah kondisi yang dialami pekerja yang disebabkan oleh berkurangnya nilai dan identitas mereka sebagai manusia karena mereka hanya dinilai menurut dan produksi yang dihasilkan. Alienasi dalam konsep Marxisme juga terkait dengan perasaan dikendalikan atau dikontrol oleh pihak pemilik kekuasaan.

(more…)

Dosa Intelektual Organik

Salah satu hal yang sering menjadi bahan kritik bagi para mahasiswa pada akhir-akhir ini adalah semakin matinya semangat pergerakan mereka sebagai muda mudi Indonesia. ‘Keberhasilan’ gerakan kelompok mahasiswa untuk menjatuhkan Suharto dari singgasana penguasa yang telah merongrong selama lebih dari tiga dekade sering dijadikan narasi untuk merefleksikan betapa besarnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan masyarakat. Sayangnya kritik tersebut sering kali hanya bersifat satu sisi, menyalahkan para mahasiswa saat ini sebagai pemuda pemudi malas yang cenderung apatis.

(more…)

Tragedi 65-66 = McCarthyism a la Orde Baru

Pasca malam 30 September 1965, kekacauan politik dan sosial terjadi di Indonesia hampir secara merata. Kekacauan politik ditandai dengan kudeta ‘halus’ untuk menurunkan Sukarno dari tampuk kekuasaan untuk diduduki oleh Suharto. Dan kekacauan sosial di lapisan masyarakat terlihat dari maraknya isu komunisme yang seakan mengizinkan satu sama lain untuk saling melaporkan, menangkap, bahkan membunuh. Dengan dibukanya akses terhada dokumen-dokumen rahasia negara, para peneliti mulai berani menyatakan adanya keterlibatan negara lain dalam periode kekacauan tersebut, terutama Amerika Serikat.

(more…)

Perempuan di Mata Marx

Bagi pembaca yang berusaha mengenal Marx melalui tulisan-tulisannya yang baru sampai pada tahap awalan, mereka akan menganggap bahwa dalam kepala Marx isinya hanya ada ide-ide tentang kritik sistem ekonomi dan pergolakan antar kelas dalam pengertian yang sempit. Implikasi yang kemudian muncul adalah bahwa Marx dengan teori-teorinya itu sangatlah maskulin, dan tidak ada tempat untuk femininitas. Pada kenyataannya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan alih-alih anti feminisme, beberapa gagasan Marx tentang perempuan sebagai individu dan peran perempuan dalam keluarga menjadi landasan bagi teori-teori feminisme yang berkembang setelah ideologi Marxisme terbukti berpengaruh di Eropa, kemudian di seluruh dunia.
(more…)

Membunuh Marx Berkali-Kali

Jika saya diberi sebuah kesempatan untuk bisa menjelajah ke masa lalu dan memilih satu kejadian untuk dialami, maka saya akan memilih upacara kematian Marx pada bulan Maret 1883 di pemakaman Highgate, London, agar menambah jumlah pelayat menjadi 12 orang. Mungkin akan sulit untuk dipercaya bagaimana Marx yang pemikirannya menyebar ke seluruh dunia tidak mendapatkan penghormatan terakhir yang meriah, apalagi jika dibandingkan dengan fenomena arakan karangan bunga yang khas di antara tokoh-tokoh berpengaruh di masa sekarang.

(more…)

Hukum Umum Dialektik (Satu:Kesatuan dari Segi-Segi yang Berlawanan)

Hukum dialektika merupakan hukum-hukum yang menguasai gerak dan dunia kenyataan obyektif (materiil). Perlu diketahui bahwa gerak dan perkembangan dunia kenyataan obyektif itu bukan digerakkan oleh sesuatu kekuatan yang ada di luarnya, dan bentuk geraknya tidak terbatas pada gerakan mekanis saja, melainkan digerakkan oleh kekuatan yang ada di dalam dirinya sendiri, misalnya segala macam gerak alam pikiran kita. Oleh karena itu, hukum-hukum dialektika adalah hal yang obyektif, artinya baik kita menyadari atau tidak, hukum-hukum tersebut ada dan tetap berlaku.

(more…)

Sukarno yang Dibuang Secara Ideologi

Sepanjang perjalanan saya sebagai seorang siswa, tidak pernah ingat ada seorang pengajar, atau sebuah buku teks sekolah resmi yang mau membahas tentang pemikir-pemikir komunis dan sosialis Indonesia. Padahal saya adalah anak kelahiran 90-an yang tidak sempat merasakan kurikulum bentukan pemerintah Orde Baru yang anti komunis, namun di saat yang sama saya tidak pernah merasakan ada perhatian atau keterbukaan pada isme tersebut. Menurut saya ini adalah praktik ‘pembuangan secara ideologi’ yang pengaruhnya jauh lebih besar daripada pemenjaraan tubuh seorang figur. (more…)

Kritik Sastra Marxisme

 

Karena memikirkan rencana tesis yang mau tidak mau akan saya hadapi juga, saya jadi teringat dengan dosen pembimbing skripsi saya yang berambut gondrong, mengajar dengan ‘sesajen’ segelas penuh kopi hitam dan -waktu itu- rokok Magnum, dan senyum juga kata-kata penuh sarkasme. Membahas tentang motif politik dari tindakan sensor terhadap karya sastra, selama masa-masa bimbingan dosen saya itu menjadi tidak lebih sarkasme.

(more…)

Memaknai (lagi) ‘Agama adalah Opium’ milik Marx

Bahasan ini saya akui sama sekali bukanlah suatu analisis atas sebuah isu yang sedang hangat akhir-akhir ini, yang memenuhi headline surat kabar atau menjadi perbincangan di sudut warung kopi. Namun seperti bagaimana skenario sandiwara Orde Baru bahwa PKI adalah aktor tunggal dari tragedi G30S dan semua orang yang ‘berhasil’ ditangkap oleh pemerintah adalah para pendosa atas negara dan bangsanya, penanaman makna dari kata-kata ‘agama adalah candu’ yang disampaikan oleh Marx juga tidak bisa dikesampingkan.

(more…)