Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Jaringan Media Sosial = Jaringan Impunitas (?)

Kasus kekerasan yang melibatkan oleh A, seorang siswi SMP dan beberapa orang pelajar SMA di Pontianak baru-baru ini telah menjadi pembahasan hangat di media massa dan media sosial. Media sosial berhasil melancarkan ‘sihir’ untuk menggiring pendapat, menggerakkan jemari-jemari di permukaan layar ponsel, menyebarkan kabar dengan sangat cepat. Dan secepat itu juga semuanya berganti arah dalam waktu yang sangat singkat.

(more…)

Menjual Asa, Menebar Tagar

Istilah ‘menjual asa’, ‘mengobral janji’, adalah beberapa dari sekian frasa yang sering kita dengar setiap kali menjelang pemilihan umum. Visi dan misi yang disampaikan oleh para politikus yang bertanding di panggung pemilihan umum seringkali dianggap tidak lain sebagai janji yang diobral. Tidak ada yang salah dari pendapat itu, karena masyarakat punya hak penuh untuk menyampaikan pemikirannya terkait siapa pun yang ada di singgasana politik praktis.

(more…)

Mahasiswa Alias Selebgram

Saya sebenarnya sudah cukup lama ingin membahas fenomena ini ke dalam tulisan, namun sempat berpikir berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan untuk benar-benar menjadikannya suatu teks. Pertimbangan tersebut berhubungan dengan refleksi terhadap diri saya sendiri sebagai seorang mahasiswa yang walaupun kritis tapi tidak mau menjadi polisi moral. Tapi kemudian saya menemukan sebuah jalan tengah kesimpulan yang meyakinkan saya sendiri bahwa tulisan ini bukan tentang moralitas, namun hubungannya dengan intelektualitas mahasiswa.

(more…)

Follow Us