Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Mengenal Orde Baru: Eks-Tapol

Istilah eks-tapol di Indonesia merujuk pada sekian ratus orang yang ditangkap dan ditahan oleh pemerintah Orde Baru karena tuduhan samar. Saya bisa mengatakannya sebagai tuduhan samar karena memang sedikit sekali atau hampir tidak ada bukti orang-orang yang dijadikan tahanan politik itu terlibat dengan G30S. Setelah menjadi tahanan, status mereka berubah menjadi eks-tapol, dengan kehidupannya sendiri yang tidak bisa dibilang mudah.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Eksil

Pilihan apa yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia yang dituduh termasuk dalam golongan kiri oleh rezim Orde Baru? Bisa dibilang cukup banyak, dan semuanya bukanlah pilihan yang menyenangkan. Antara dipenjara, dieksekusi, disiksa, atau dibuang. Rezim Orde Baru punya dua tempat pembuangan bagi para tapol di dalam negeri, yakni Pulau Buru untuk tahanan laki-laki dan Kamp Plantungan untuk tahanan perempuan. Naasnya kehidupan mereka selama menjadi tapol telah banyak dijadikan bahan tulisan setelah kekuasaan Orde Baru runtuh. Namun ada kisah pembuangan lain yang kurang tersentuh, yakni kehidupan para eksil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Dwifungsi ABRI

Dalam artikel sebelumnya, saya sudah pernah membahas tentang ABRI. Namun mengingat betapa besarnya ‘peran’ ABRI dalam sejarah Orde Baru, maka pembahasan tentang Dwifungsi ABRI saya rasa penting untuk dijadikan satu tulisan yang terpisah. Penerapan Dwifungsi ABRI menjadi suatu fenomena penting yang perlu dikaji karena memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan hegemoni peran dan -yang paling penting- pencitraan ABRI dalam sejarah modern Indonesia.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Dharma Wanita

Sebelum Dharma Wanita, Indonesia sudah punya Gerwani sebagai organisasi perempuan yang aktif pada tahun 1950-1960an sebelum akhirnya diberangus bersamaan dengan dikutuknya semua organisasi dan kelompok yang dianggap bersaudara dengan PKI dan kekomunisan. Secara organisasi, keanggotaan  kedua organisasi perempuan tersebut memang berbeda jauh, apalagi jika dilihat menggunakan kacamata kelas sosial. Gerwani tidak hanya beranggotakan perempuan-perempuan yang memiliki latar pendidikan formal yang pada saat itu masih cukup sukar untuk dicapai.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Demokrasi Pancasila

Salah satu pondasi mendasar yang digunakan Orde Baru untuk membangun kekuasaan adalah kebohongan dan kudeta militer. Suharto terbukti berupaya menambah-nambahi kesalahan yang pernah dilakukan pemerintah Orde Lama, dengan tujuan untuk membenarkan tindakan kudeta yang telah dilakukannya dan tentunya mendapatkan dukungan atas rencana-rencana jahat yang siap diluncurkannya. Suharto menekankan sistem pemerintahan Nasakom yang ditetapkan oleh Sukarno sebagai suatu kesalahan besar yang telah dilakukan Orde Lama dalam pidatonya pada 16 Agustus 1967.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Cendana

Hampir dua dekade sejak Suharto lengser dari kursi kepresidenannya, media seakan belum muak untuk menjadikan Keluarga Cendana sebagai subjek berita. Mulai dari kasus pidana yang membelit mereka, sampai yang sifatnya urusan pribadi seperti pernikahan dan perceraian. Memang harus diakui betapa kuatnya pengaruh keluarga besar Suharto itu, bahkan setelah mereka dianggap ‘tidak lagi memiliki kekuatan politik‘.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Buruh

Walaupun dengan semakin berkembangnya industrialisasi di Indonesia, rezim Orde Baru seringkali merasa risih dengan istilah ‘buruh’. Ada konotasi negatif yang disematkan pada beberapa kata dan frasa seperti buruh, massa buruh, atau organisasi buruh yakni komunisme, PKI, gerakan kiri; segala hal yang menjadi agenda rezim untuk diberangus sampai ke akar-akarnya. Sehingga bahkan semasa bercokolnya rezim tersebut, jarang sekali yang berani mengungkapkan kata-kata tersebut dengan lantang di depan umum.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Bhinneka Tunggal Ika

Motto Bhinneka Tunggal Ika memang bukanlah ciptaan Suharto, namun bisa dirunut sejarahnya sampai ke peradaban kerajaan Nusantara. Bhinneka Tunggal Ika diambil dari sebuah puisi yang ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dalam kitab kumpulan puisi berjudul Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular semasa kekuasaan kerajaan Majapahit atau sekitar abad ke 14. Sutasoma merupakan buku kumpulan puisi yang ditulis dengan metrum.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Bersih Diri

Rezim Orde Baru pernah membentuk suatu klasifikasi untuk membagi (baca: memecah belah) warga negara Indonesia menurut penilaian yang mereka bentuk sendiri, dinamai dengan ‘bersih diri’. Masyarakat yang tidak bersih diri adalah mereka yang kekiri-kirian sehingga tidak Pancasilais dan tidak nasionalis. Sedangkan di sisi lain, mau sekorup apapun selama tidak ada hubungannya dengan komunisme pun dianggap bersih.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Beras

Rezim Orde Baru memang bisa dianggap sebagai pemerintahan paling kreatif dalam mempergunakan komoditas-komoditas yang ada untuk menjadi tunggangan politik. Bukan hal yang baru lagi untuk menggunakan media massa seperti penerbitan berita di surat kabar atau penyiaran pidato di televisi sebagai alat propaganda. Namun semasa rezim Orde Baru, bahkan beras pun tidak lagi semata-mata dianggap sebagai komoditi pangan, karena telah digunakan sebagai kendaraan politik demi kelanggengan kekuasaan.

(more…)

Follow Us