Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Posisi Karya Sastra di Tengah Perpolitikan Indonesia

Memang perlu diakui keputusan saya untuk menyampaikan tulisan ini masih berhubungan dengan permasalahan yang muncul terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Saya tidak akan membahas apakah puisi tersebut bisa dikatakan menghina atau memojokkan salah satu pihak. Juga tidak akan mengatakan perlu atau tidak sebenarnya Sukmawati meminta maaf kepada publik. Tulisan ini juga berkaitan dengan hebohnya berita Indonesia akan bubar pada 2030 seperti pernyataan Prabowo yang ternyata dikutip dari novel Ghost Fleet.

(more…)

Euforia dan Utopia Pram

Saya tidak akan mengatakan bahwa saya mengenal pribadi seorang Pram, pernah menjabat tangannya, atau bertatap muka dengannya. Saya juga tidak akan mengatakan bahwa saya turut bersuka cita dengan ulang tahunnya yang jatuh pada hari ini dengan membagi kalimat-kalimat mutiara yang pernah ditulis dalam bukunya melalui akun media sosial. Karena menurut pendapat saya pribadi, kesemuanya itu tidak lain hanya sebuah euforia yang menjadi ritual seremonial di masyarakat teknologi saat ini. Dan semuanya tidak akan menjadikan utopia Pram tiba-tiba menjadi kenyataan yang gamblang di depan mata.

(more…)

Follow Us