Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Meninabobokan Wabah

Sampai hari ini, pemerintah Indonesia masih terus melancarkan “propaganda ninabobo” terkait wabah virus Corona, di saat sejumlah negara lain telah melakukan tindakan-tindakan medis yang bertujuan untuk menangani pasien yang dicurigai dan positif terjangkit virus Corona, dan mencegah penyebarannya. Dan tentu saja propaganda semacam itu bukanlah hal pertama yang pernah dilakukan oleh pemerintah.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Harmoko

Semasa Suharto menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia, hampir tidak pernah ada hari tanpa kemunculan wajah Harmoko di layar televisi, terutama siaran TVRI. Ia pernah benar-benar mencapai kejayaan karier dengan menjadi Ketua Umum Golkar, Menteri Penerangan, Ketua DPR dan Ketua MPR. Di tengah puncak kariernya, nama Harmoko sempat menjadi guyonan masyarakat Indonesia yang menjadikannya sebagai akronim dari HARi-hari oMOng KOsong.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Hilang

Sejumlah orang di kalangan masyarakat Indonesia menyimpan luka mendalam terkait sejumlah peristiwa yang pernah terjadi saat rezim Orde Baru berkuasa. Salah satunya adalah kawan saya di Malang yang sempat menceritakan kegundahan hati dan rasa penasaran dalam benaknya setelah mengetahui dari orang tuanya bahwa kakeknya tidak pernah kembali semenjak suatu malam di akhir tahun 1965. Kakek dari kawan saya tersebut tentu saja hanya salah satu dari sejumlah orang yang hilang (baca: dihilangkan) di tangan rezim Orde Baru.

(more…)

Produksi Narasi Heroisme oleh Institusi Museum

Museum merupakan sebuah institusi yang bertugas untuk melakukan pemeliharaan dan penyimpanan benda-benda artefak yang memiliki signifikansi sejarah atau kultural. Masing-masing museum akan memiliki sistem kuratorialnya sendiri yang disesuaikan dengan jenis museum dan wacana yang diangkatnya. Museum memainkan peran penting dalam distribusi pengetahuan dan penciptaan wacana di masyarakat, termasuk pembentukan narasi heroisme.

(more…)

Kritik atau Pencemaran Nama Baik?

Sebagai warga negara Indonesia, pencemaran nama baik tokoh publik figur merupakan salah satu kasus yang paling sering kita dengar. Bahkan di era demokrasi seperti saat ini, UU ITE diterapkan pada tahun 2008 dan telah menjerat beberapa orang dalam sepuluh tahun terakhir. Yang terbaru adalah tuduhan pencemaran nama baik untuk ilustrasi gambar Jokowi utuk sampul Majalah Tempo dan meme Anies Baswedan. Pendapat publik terkait kasus tersebut secara umum terbagi menjadi dua, yakni menganggap publikasi semacam itu sebagai bentuk kritik, dan sebagai pencemaran nama baik.

(more…)

Ring Tinju Pergerakan Antar Generasi

Perjuangan masyarakat sipil melawan kesewenang-wenangan pemerintah, aparat keamanan, atau pemegang modal telah menjadi salah satu bagian cerita dari linimasa sejarah sosial Indonesia. Termasuk yang baru saja menjadi fenomena cukup menggemparkan, demonstrasi besar oleh mahasiswa, pelajar, dan buruh yang melibatkan perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat kepolisian. Namun di balik serangan gas air mata dan jatuhnya korban jiwa, ada pertarungan lain yang melibatkan sesama masyarakat sipil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Hantu Komunisme

Sebenarnya sebelum Orde Baru melancarkan propaganda tentang hantu komunisme, sesuatu yang diwariskan sampai hari ini, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan ideologis masyarakat Eropa di abad ke-19. Sebagaimana dituliskan oleh Marx dan Engels sebagai pembuka Manifesto Partai Komunis, “(a)da hantu berkeliaran di Eropa, hantu komunisme.” Kemunculan kelompok-kelompok radikal dianggap oleh Marx dan Engels sebagai upaya untuk mengusir hantu tersebut.

(more…)

Mengenal Orde Baru: HAM

Sejumlah penelitian dan diskusi yang dilakukan oleh para akademisi dan aktivis di bidang kemanusiaan telah berusaha membuktikan kejahatan atas Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada periode tahun ’65–’66. Kejahatan atas kemanusiaan dalam skala masif tersebut menjadikan Orde Baru sebagai rezim yang telah secara terstruktur melakukan tindakan genosida. Tapi apakah memang pada saat itu hak asasi manusia tidak ada atau tidak berlaku sama sekali?

(more…)

Mengenal Orde Baru: Genosida

Selama dua dekade terakhir, tepatnya setelah kejatuhan rezim Orde Baru, sejumlah upaya telah dilakukan beberapa kelompok untuk mengkaji ulang peristiwa kekerasan massal yang terjadi di Indonesia pada periode tahun 1965–1966. Salah satunya adalah para peneliti, relawan, dan penyintas yang menginisiasi Peradilan Rakyat Internasional 1965 (International People’s Tribunal of 1965). Putusan final panel hakim menyatakan peristiwa berdarah yang terjadi beririsan dengan pergantian kekuasaan dari Sukarno ke Suharto tersebut sebagai genosida.

(more…)
Follow Us