Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Menjual Asa, Menebar Tagar

Istilah ‘menjual asa’, ‘mengobral janji’, adalah beberapa dari sekian frasa yang sering kita dengar setiap kali menjelang pemilihan umum. Visi dan misi yang disampaikan oleh para politikus yang bertanding di panggung pemilihan umum seringkali dianggap tidak lain sebagai janji yang diobral. Tidak ada yang salah dari pendapat itu, karena masyarakat punya hak penuh untuk menyampaikan pemikirannya terkait siapa pun yang ada di singgasana politik praktis.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Golongan Putih

Sejak pertama kali muncul dan menjadi perbincangan hangat pada tahun 1970-an, kelompok yang menolak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum dan kemudian diberi nama golongan putih selalu berada di posisi tengah; tidak kalah juga tidak menang. Banyak yang mendukung, tidak kalah banyak pula yang tidak setuju, dan bahkan mengecam. Bahkan di negara-negara yang katanya menerapkan sistem dan ideologi politik reformasi, mereka sering dianggap sebagai pemberontak.

(more…)

Media Sosial, Kebebasan Berekspresi, dan Labelisasi

Sejumlah penulis telah menyampaikan dengan cukup apik analisis mereka terhadap fenomena ‘pertempuran’ antara kelompok Kampret-Cebong. Dua istilah tersebut mungkin tidak akan terdengar saat kita berbincang politik secara tatap muka di sudut sebuah di kedai kopi, tapi merupakan hal yang dapat kita temui hampir setiap hari di jaringan media sosial. Setelah merasakan sendiri berada dalam ‘lingkaran maya’ yang (begitu mudahnya) memberikan label, berikut adalah sedikit catatan saya.

(more…)

Sisi Gelap Pemilihan Umum

Agaknya sudah terlalu sering kita mendengar wacana glorifikasi dari pemilihan umum yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1955. Glorifikasi tersebut berkaitan dengan keberhasilan negara dalam menerapkan konsep demokrasi yang memungkinkan masyarakat berperan aktif dalam pemilihan pemimpin mereka. Tetapi pada kenyataannya, proses persiapan dan pelaksanaan pemilu terbukti tidak selalu tentang hal-hal yang baik saja. Apalagi menjelang pemilihan presiden di bulan April 2019, arena persaingan kedua pasangan calon telah dijejali dengan sejumlah peristiwa negatif.

(more…)

Utopia Kebebasan Ekspresi di Indonesia Mendatang

Mendekati hari yang digadang-gadangkan sebagai perayaan kemerdekaan negara Indonesia, publik dibuat tercengang dengan berita tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga di Pemilu raya tahun depan. Paling tidak hal tersebut terbaca dari komentar-komentar masyarakat di media sosial terkait pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno yang menunjukkan kebingungan untuk memilih di antara kedua pasangan calon pemimpin pusat tersebut.

(more…)

Follow Us