Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Ring Tinju Pergerakan Antar Generasi

Perjuangan masyarakat sipil melawan kesewenang-wenangan pemerintah, aparat keamanan, atau pemegang modal telah menjadi salah satu bagian cerita dari linimasa sejarah sosial Indonesia. Termasuk yang baru saja menjadi fenomena cukup menggemparkan, demonstrasi besar oleh mahasiswa, pelajar, dan buruh yang melibatkan perlawanan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat kepolisian. Namun di balik serangan gas air mata dan jatuhnya korban jiwa, ada pertarungan lain yang melibatkan sesama masyarakat sipil.

(more…)

Mahasiswa Alias Selebgram

Saya sebenarnya sudah cukup lama ingin membahas fenomena ini ke dalam tulisan, namun sempat berpikir berkali-kali sebelum akhirnya memutuskan untuk benar-benar menjadikannya suatu teks. Pertimbangan tersebut berhubungan dengan refleksi terhadap diri saya sendiri sebagai seorang mahasiswa yang walaupun kritis tapi tidak mau menjadi polisi moral. Tapi kemudian saya menemukan sebuah jalan tengah kesimpulan yang meyakinkan saya sendiri bahwa tulisan ini bukan tentang moralitas, namun hubungannya dengan intelektualitas mahasiswa.

(more…)

Dengan atau Tanpa Beasiswa, Urip Mung Sawang Sinawang, Mbak, Mas!

Akhirnya saya memutuskan untuk ikut bicara di tengah-tengah ‘peperangan’ kecil antara dua kubu anak muda saat ini: penerima beasiswa dan bukan penerima beasiswa. Ada apa sebenarnya? Beasiswa tentu bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia pendidikan, apalagi jika kita bicara tentang Indonesia, mengingat tokoh-tokoh nasional yang bahkan di era sebelum kemerdekaan sudah kuliah di Belanda, Rusia, dan negara-negara lain dengan dibiayai beasiswa. Yang sedang ramai dijadikan pergunjingan adalah bahwa ‘kabar-kabarnya’ anak-anak penerima beasiswa sekarang ini hobi plesir dengan menggunakan beasiswa tersebut.

(more…)

Surat Terbuka untuk Generasi Kelahiran 90an (Hanya Renungan, bukan Ceramah)

Usiaku memang baru 24 tahun, mungkin akan ada sinisme dari beberapa orang yang benci kalau anak muda banyak bicara. Dan kusadari memang kami, generasi yang lahir di era 90an adalah generasi yang setengah matang. Baik dalam hal pengetahuan ataupun pengalaman.Kita tidak tahu pasti apa yang terjadi sebenarnya pada tahun-tahun yang dianggap besar di Indonesia, seperti tahun 1965 dan 1998. Namun bukan berarti bahwa kita sepenuhnya buta dengan sejarah pasca proklamasi tersebut.

(more…)

Follow Us