Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Sikap Positif terhadap Tubuh Bukan Budaya Kita

Kiriman foto Tara Basro yang menunjukkan lipatan perut di akun Instagramnya pada 3 Maret 2020 rupanya mengundang respon yang–sepertinya–tidak pernah dibayangkan oleh dirinya sendiri atau para pengguna media sosial yang familiar dengan gerakan body positivity atau sikap positif terhadap tubuh. Kominfo mengeluarkan pernyataan bahwa kiriman tersebut merupakan konten pornografi, menunjukkan bagaimana gerakan tersebut “bukan budaya kita”.

(more…)

Pemerintah Bukan Orang Tua, Masyarakat Bukan Anak

Kemunculan berita tentang RUU Ketahanan Keluarga yang diikuti dengan pendapat Dwi Purnowo, Staf Khusus Presiden, berlanjut dengan diskusi di laman media sosial, meja makan kantor, dan ruang obrolan daring. Sebagian besar pembicaraan mempermasalahkan intervensi pemerintah terhadap urusan domestik yang dianggap terlalu berlebihan.

(more…)

Seks, Tubuh, dan Periode Ketakutan

Respon masyarakat terhadap konten-konten video Kimi Hime di kanal YouTube sampai panggilan oleh Kominfo bukanlah kasus pertama upaya pencekalan suatu media yang berhubungan dengan seks dan tubuh di Indonesia. Sepanjang tahun ini, masyarakat disibukkan dengan membuat atau mengisi petisi untuk mencekal iklan yang dibintangi Black Pink, film Kucumbu Tubuh Indahku dan Dua Garis Biru. Fenomena ini saya baca sebagai sebuah periode ketakutan yang terus bergulir di kalangan masyarakat Indonesia.

(more…)

Upaya Depolitisasi Perempuan di Era Demokrasi

Peran gender sampai hari ini masih menjadi perbincangan (baca: perdebatan) hangat di antara sejumlah kalangan di Indonesia. Terutamanya berkaitan dengan peran gender yang dikonstruksikan sebagai ideal bagi perempuan; mana yang lebih baik, beraktivitas di ruang domestik atau publik? Saat perempuan sejatinya memiliki hak untuk memilih, patriarki telah meracuni sejumlah aspek dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia dari masa ke masa.

(more…)

Memaknai Ulang ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’

Terlepas masih ‘menariknya’ hari Kartini sampai hari ini, akhir-akhir ini sedikit sekali adanya pembahasan tekstual tentang Door duisternis tot licht (Through Darkness into Light [pen. Agnes L. Symmers] –  Habis Gelap Terbitlah Terang [pen. Armijn Pane]). Sosok Kartini dan karyanya dewasa ini disebut-sebut setiap tahun semata karena kita ingin terlihat turut merayakan Hari Kartini. Sementara itu, apakah kita benar-benar memahami makna dikotomi ‘gelap-terang’ yang disampaikan oleh Kartini pada tulisannya?

(more…)

Perempuan Sudah Sekolah, Lalu?



Tulisan ini sesungguhnya merupakan bagian dari keluhan pribadi atas beberapa hal yang menimpa saya berkaitan dengan identitas ‘gender’ saya sebagai perempuan. ‘Gender’ saya beri tanda kutip karena menjadi penekanan tersendiri dalam tulisan kali ini, merujuk pada konsepsi konstruksi sosial yang sebenarnya tidak berlaku seiringan dengan jenis kelamin saya. Beberapa hal yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin bukan hal yang besar bagi beberapa pembaca, namun cukup menganggu kesadaran saya sebagai seorang perempuan.

(more…)

Belajar dari Via Vallen



Dalam tulisan ini saya tidak akan mengelu-elukan sosok Via Vallen secara berlebihan atau mengambil sudut pandang sebagai orang yang mengidolakannya. Yang akan menjadi fokus pembahasan dari tulisan ini adalah respon yang diberikan Via melalui akun media sosialnya setelah merasa dilecehkan oleh seorang pemain sepakbola. Berikut adalah kata-kata yang disampaikannya melalui akun Instagram @viavallen: ‘Nggak kenal dan nggak pernah ketemu tiba2 nge DM dan ngirim text gambar kayak gini. As a singer, I was being humiliated by a famous football player in my country RIGHT NOW. I’AM NOT A KIND THAT GIRL, DUDE!!!’ Adapun pesan yang dikirim oleh pemain sepak bola itu adalah ‘I want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes…’

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani



Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Komodifikasi Kartini



Keagungan industri telah menjadikan hampir segala hal di dunia ini sebagai komoditas, suatu praktik yang diistilahkan dengan komodifikasi. Mulai dari benda, ide, sampai tubuh secara sadar maupun tidak sadar telah hilang substansi awal yang biasanya bersifat praktikal atau berhubungan dengan nilai pakai, karena bergeser menjadi kegunaannya dalam ekonomi atau nilai tukar. Sebenarnya saya tidak punya niat untuk menempatkan perempuan sebagai satu-satunya golongan yang terpengaruh (baca: terjerumus) dalam pusaran komodifikasi. Namun bahasan kali ini akan menyoroti hal-hal yang semakin hari semakin dianggap lumrah oleh kalangan perempuan, terutama dalam hal penampilan.

(more…)

Emansipasi dan Konsep Kebebasan



Dalam pemaknaan awam, konsep emansipasi seringkali dihubungkan dengan relasi gender yang berlangsung di masyarakat. Yang paling sering digencarkan adalah emansipasi perempuan di tengah-tengah sistem masyarakat patriarkis. Padahal emansipasi pada awalnya memiliki dasar pemikiran yang lebih luas, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menyebabkan digunakannya konsep ini dalam berbagai ranah keilmuan.

(more…)

Follow Us