Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Utopia Kebebasan Ekspresi di Indonesia Mendatang

Mendekati hari yang digadang-gadangkan sebagai perayaan kemerdekaan negara Indonesia, publik dibuat tercengang dengan berita tentang pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga di Pemilu raya tahun depan. Paling tidak hal tersebut terbaca dari komentar-komentar masyarakat di media sosial terkait pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno yang menunjukkan kebingungan untuk memilih di antara kedua pasangan calon pemimpin pusat tersebut.

(more…)

Politik Kekuasaan dalam Kasus Tahanan Nurani

Istilah tahanan nurani yang merupakan terjemahan dari prisoner of conscious mungkin tidak terlalu sering didengar dibandingkan tahanan perang atau tahanan politik di Indonesia. Walaupun begitu, sesungguhnya istilah ini telah digunakan dalam dokumen Pernyataan Publik Amnesty International edisi 17 Juni 2014 yang membahas kasus pemenjaraan pemimpin komunitas Syiah, Tajul Muluk. Tulisan ini akan membahas lebih dalam istilah tahanan nurani untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani

Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Reformasi yang Hanya di Permukaan

Hari ini dianggap sebagai momentum 20 tahun berjayanya pemerintahan Reformasi yang menggantikan rezim Orde Baru, yang ditandai dengan pernyataan pengunduran diri Suharto sebagai presiden kedua Indonesia. Pada saat itu, Reformasi menjadi sebuah mimpi besar yang ingin dicapai oleh para demonstran yang menyatakan mewakili rakyat Indonesia yang sudah muak dengan keserakahan para pemegang kekuasaan di era Orde Baru. Dan apakah selama dua dekade yang mengikuti turunnya Suharto dari kursi kepresidenan tersebut menandai tercapainya mimpi besar Reformasi?

(more…)

Mengenal Orde Baru: G30S

Lebih dari lima dekade dari peristiwa berdarah 30 September 1965, sampai hari ini masih saja banyak kontroversi yang berkembang. Mulai dari siapa yang melakukannya, siapa yang menjadi korban, dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada beberapa tahun setelah hari itu. Kejadian sejarah ini tentu tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, karena momen ini bisa dianggap seperti sebuah palang besar yang terbuka.

(more…)

Posisi Karya Sastra di Tengah Perpolitikan Indonesia

Memang perlu diakui keputusan saya untuk menyampaikan tulisan ini masih berhubungan dengan permasalahan yang muncul terkait puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Saya tidak akan membahas apakah puisi tersebut bisa dikatakan menghina atau memojokkan salah satu pihak. Juga tidak akan mengatakan perlu atau tidak sebenarnya Sukmawati meminta maaf kepada publik. Tulisan ini juga berkaitan dengan hebohnya berita Indonesia akan bubar pada 2030 seperti pernyataan Prabowo yang ternyata dikutip dari novel Ghost Fleet.

(more…)

Emansipasi dan Konsep Kebebasan

Dalam pemaknaan awam, konsep emansipasi seringkali dihubungkan dengan relasi gender yang berlangsung di masyarakat. Yang paling sering digencarkan adalah emansipasi perempuan di tengah-tengah sistem masyarakat patriarkis. Padahal emansipasi pada awalnya memiliki dasar pemikiran yang lebih luas, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang menyebabkan digunakannya konsep ini dalam berbagai ranah keilmuan.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Ekspor

Ekspor menjadi salah satu hal penting yang patut dibahas jika kita mendiskusikan sejarah kedaulatan Orde Baru. Hal tersebut berdasarkan pada kenyataan bahwa aspek ekonomi memainkan peran yang sangat penting pada saat itu. Tentu saja ekonomi menjadi salah satu hal yang turut diperhitungkan dan diatur oleh semua periode pemerintahan, namun Orde Baru merupakan pemerintahan yang menjual dirinya sebagai penyelamat ekonomi negara setelah kehancuran di penghujung periode Orde Lama. Salah satu elemen penting yang dianggap mampu membangkitkan perekonomian Indonesia selama rezim Orde Baru adalah praktik ekspor. Namun benarkah ekspor sepenuhnya menyebabkan kesejahteraan rakyat?
(more…)

Munir yang Menelanjangi Militer

Kita sebagai warga Indonesia boleh saja berbangga diri menjadi bagian dari sebuah negara yang mendasarkan prinsip kebangsaannya pada Pancasila, falsafah yang mengedepankan pencapaian persatuan bangsa, kemakmuran dan keadilan sosial yang dicita-citakan melalui cara-cara yang beradab dan tidak melanggar hak azasi manusia. Namun di sisi lain, kita perlu melihat ke belakang sejenak untuk berkaca pada sejarah modern Indonesia yang ternyata cukup jauh dari konsep Pancasila itu sendiri, dipenuhi oleh tindakan ofensif dan opresif aparat militer pada masyarakat sipil.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Eks-Tapol

Istilah eks-tapol di Indonesia merujuk pada sekian ratus orang yang ditangkap dan ditahan oleh pemerintah Orde Baru karena tuduhan samar. Saya bisa mengatakannya sebagai tuduhan samar karena memang sedikit sekali atau hampir tidak ada bukti orang-orang yang dijadikan tahanan politik itu terlibat dengan G30S. Setelah menjadi tahanan, status mereka berubah menjadi eks-tapol, dengan kehidupannya sendiri yang tidak bisa dibilang mudah.

(more…)