Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Pramoedya Ananta Toer: Yang Terkenal dan Terkenang

Pada penghujung tahun lalu, saya sempat mendapatkan kesempatan mahal untuk memandu salah satu program Festival Sastra Lontar yang diadakan Yayasan Lontar, yakni pemutaran film dokumenter Mendengar Si Bisu Bernyanyi yang disutradarai Srikaton dan diskusi dengan John H. McGlynn, penerjemah karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Bagi John, acara tersebut memang bukan pertama kalinya ia hadir di hadapan publik untuk menceritakan pengalamannya menjadi penerjemah Pram. Namun menurut saya, pada momentum itulah John mengingat kembali sosok penulis itu sebagai seseorang yang ia kenal dan kenang.

(more…)

Sepak Terjang Kejaksaan Agung dalam Praktik Pelarangan Buku





Publik Indonesia seminggu terakhir dikejutkan kembali dengan pemberitaan yang menyatakan usulan dari Jaksa Agung Muhammad Prasetyo untuk merazia buku-buku yang diduga berpaham komunisme dan ideologi terlarang lainnya secara besar-besaran. Pemberitaan ini menyusul kabar perampasan sejumlah buku yang dilakukan aparat TNI di beberapa toko buku di Pare, Kediri. Sejumlah pihak menyatakan keberatannya atas tindakan perampasan dan usulan razia buku-buku tersebut, dengan pertimbangan pemerintah seharusnya tidak lagi melakukan pemerkosaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

(more…)

Bunga Penutup Abad yang Tidak Mekar dengan Sempurna





Saya pikir semua penonton yang hadir pada pertunjukan teater bertajuk Bunga Penutup Abad, selanjutnya disebut dengan BPA, di gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta memiliki ekspektasi dalam kepala mereka masing-masing. Ekspektasi itu bahkan mungkin sudah terbangun sejak jauh-jauh hari pementasan, yang salah satunya dapat terlihat dari penjualan tiket yang laku keras. Saya diberi kesempatan untuk bisa hadir pada pertunjukan hari pertama, tanggal 16 November 2018, yang dikhususkan untuk tamu undangan dan media massa. Dan walaupun saya tidak perlu turut dalam kompetisi pembelian tiket, tetap saja dalam kepala saya sudah ada satu konstruksi ekspektasi dari pertunjukan tersebut.

(more…)

Dosa Iqbaal ‘Dilan’ dan Kelupaan Kita untuk Berkaca





Berita tentang pengumuman para aktor dan aktris yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam film adaptasi Bumi Manusia yang disutradari Hanung Bramantyo memenuhi beranda media sosial saya. Rata-rata dibumbui dengan kritik, celaan, dan ungkapan kekecewaan terkait pemilihan Iqbaal sebagai pemeran tokoh Minke. Sayangnya, seperti biasanya, yang diserang adalah pribadi Iqbaal yang menurut saya tidak berdasar.

(more…)

Follow Us