Dhianita Kusuma Pertiwi

Kata, Frasa, dan Rasa

Perempuan Sudah Sekolah, Lalu?

Tulisan ini sesungguhnya merupakan bagian dari keluhan pribadi atas beberapa hal yang menimpa saya berkaitan dengan identitas ‘gender’ saya sebagai perempuan. ‘Gender’ saya beri tanda kutip karena menjadi penekanan tersendiri dalam tulisan kali ini, merujuk pada konsepsi konstruksi sosial yang sebenarnya tidak berlaku seiringan dengan jenis kelamin saya. Beberapa hal yang akan saya sampaikan di bawah ini mungkin bukan hal yang besar bagi beberapa pembaca, namun cukup menganggu kesadaran saya sebagai seorang perempuan.

(more…)

Mengenal Orde Baru: Gerwani

Selama rezim Orde Baru berjaya, propaganda anti-komunis merupakan salah satu program yang diutamakan. Propaganda ini dilakukan dengan memberikan tuduhan tak berdasar kepada beberapa organisasi yang dianggap berhubungan dengan paham komunis. Selain PKI, beberapa organisasi lain yang merupakan underbow partai tersebut, termasuk Gerwani.

(more…)

Kerentanan Ruang Personal dan Ruang Publik Perempuan

Berbicara tentang keleluasaan perempuan untuk menjadi sekedar manusia dengan free will memang selalu penuh keganjalan. Naif jika mengatakan bahwa nasib perempuan (terutama di Indonesia) sekarang sudah lebih baik karena tulisan Kartini atau citraan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Karena pada kenyataannya, pembatasan-pembatasan yang hubungannya dengan relasi kuasa dan permainan ideologi masih berlangsung hingga sekarang. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas teori atau gerakan feminisme yang ada di Indonesia ataupun di belahan dunia lain, melainkan memaparkan realitas kerentanan perempuan pada taraf personal dan publik.

(more…)

Kesadaran Palsu Menantu Idaman

Sebenarnya apa yang akan saya bahas dalam tulisan ini tidak terlalu mendesak dan seru isunya layaknya berita tentang keputusan-keputusan kontroversial pasangan Anies-Sandiaga. Namun materi ini munculnya karena obrolan yang ada di sekitar saya, terutama golongan pemuda biasa yang secara hirarkis tidak ada kaitannya dengan bisnis di panggung politik. Karena obrolan tentang pernikahan memang tidak pernah menjadi hal biasa jika dibumbui dengan perdebatan tentang nilai-nilai yang diturunkan dari generasi-generasi sebelumnya.
(more…)