Mereka mengenalnya,

dia yang keras
yang kukuh

Mereka merayakannya,

karena keberanian
berlagak martir

Dia mengenalnya,

dia yang (berusaha) keras
yang (memaksa) kukuh

Dia merayakannya,

karena keberanian (semu)
lalu bersimpuh di tengah ramai
dan menangis,
menangisi idealismenya

Lampu pun mati
mereka tidak mengenalnya lagi